BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Sabtu, 01 Agt 2026 11:00 WIB

Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Bersih PT Telkom di Paruh Pertama 2026

01 Agt 2026, 11:00 WIB 53x dibaca 3 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
D
Doni Setiawan 53x dibaca · 3 menit baca
Foto: Telkom
Foto: Telkom

Di akhir semester pertama 2026, PT Telkom berhasil mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 75,9 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan pencapaian ini, EBITDA perusahaan meningkat 3,8 persen menjadi Rp 37,5 triliun dengan margin EBITDA mencapai 49,4 persen. Laba bersih perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 1,4 persen, mencapai Rp 10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0 persen.

Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi tercatat sebesar Rp 11,3 triliun, tumbuh 6,2 persen dibandingkan tahun lalu, dengan margin sebesar 14,9 persen. Hal ini mencerminkan ketahanan kinerja operasional perusahaan yang didukung oleh pemulihan bisnis mobile. Telkom juga mencatatkan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp 34,9 triliun, meningkat 7,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berkat implementasi program efisiensi berkelanjutan dan disiplin dalam pengelolaan biaya.

Strategi Transformasi Digital yang Berhasil

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa komitmen dan dedikasi perusahaan dalam mempercepat transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang diraih pada semester pertama tahun ini. Dian menambahkan bahwa pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme untuk terus mempercepat transformasi serta memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital di Indonesia.

Pendapatan Segmen B2C dan B2B yang Meningkat

Pada segmen B2C, yang mencakup layanan Mobile dan Fixed Broadband, Telkomsel mencatatkan pendapatan sebesar Rp 55,6 triliun, tumbuh 3,3 persen dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0 persen. Kinerja ini mencerminkan pemulihan industri mobile yang didukung oleh strategi komersial yang disiplin, termasuk penetapan harga dan pengelolaan nilai pelanggan.

Dalam layanan fixed broadband, Telkomsel terus meningkatkan kualitas layanan dengan melakukan kalibrasi strategis pada basis pelanggan. Meskipun jumlah pelanggan tercatat menurun menjadi 9,5 juta dari 10,1 juta pada semester pertama 2025, dampaknya terhadap pendapatan tetap terbatas. ARPU IndiHome juga mengalami peningkatan, mencapai Rp 211 ribu, naik 3,4 persen secara kuartalan.

Pada segmen B2B Infrastructure, pendapatan tumbuh 19,0 persen menjadi Rp 33,1 triliun, didorong oleh peningkatan pendapatan dari Data, Internet, dan IT Service. Mitratel, yang bergerak di bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), mencatatkan pendapatan Rp 4,7 triliun, tumbuh 2,1 persen, dengan total tenant meningkat menjadi 63.866.

Telkom juga terus memperkuat posisinya di pasar data center melalui NeutraDC, yang diharapkan dapat memperluas layanan dan meningkatkan monetisasi aset. Pada segmen B2B ICT, pendapatan tercatat sebesar Rp 7,3 triliun, tumbuh 35,7 persen meskipun masih terpengaruh oleh restrukturisasi portofolio yang sedang berlangsung.

Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, Telkomsel berkomitmen untuk terus mengakselerasi strategi pertumbuhan berkualitas dengan fokus pada pengalaman pelanggan dan pengembangan ekosistem digital. Upaya ini akan didukung oleh teknologi AI dan 5G, serta solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Telkom berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur digital yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan, dengan investasi yang berkelanjutan untuk menciptakan nilai bagi semua pemangku kepentingan.