BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 04:10 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Kamis, 13 Agt 2026 18:35 WIB

Perubahan Warna Lidah Dapat Menjadi Indikator Kolesterol Tinggi, Benarkah?

13 Agt 2026, 18:35 WIB 26x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
G
Galih Lingga Pradipta 26x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Riset menemukan tanda kolesterol tinggi bisa dikenali lewat perubahan warna lidah. (Freepik.com/freepik)
Ilustrasi. Riset menemukan tanda kolesterol tinggi bisa dikenali lewat perubahan warna lidah. (Freepik.com/freepik)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kadar kolesterol tinggi sering kali tidak terdeteksi karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang mencolok. Namun, sebuah studi mengungkap bahwa perubahan warna lidah bisa mengindikasikan adanya kadar kolesterol tinggi dalam darah. Apakah ini selalu benar?

Seseorang bisa saja memiliki kadar kolesterol yang tinggi tanpa merasakan adanya perubahan pada tubuhnya. Jika kondisi ini dibiarkan, dapat berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lainnya, terutama yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Penelitian Mengenai Warna Lidah

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Medicine menunjukkan bahwa individu dapat mengenali kadar kolesterol tinggi melalui perubahan warna pada lidah. Penelitian ini menemukan bahwa semburat ungu pada lidah dapat berhubungan dengan perubahan aliran darah dan kondisi pembuluh darah sublingual, yaitu pembuluh darah yang terletak di bawah lidah.

Studi yang dilakukan di Jepang ini menggunakan analisis gambar untuk mengamati warna lidah serta mengukur lebar pembuluh darah sublingual. Hasilnya menunjukkan bahwa lidah yang memiliki warna lebih gelap atau keunguan berkaitan dengan pembuluh darah sublingual yang lebih lebar. Penelitian ini menilai warna lidah sebagai salah satu karakteristik yang dapat mencerminkan kondisi pembuluh darah di area tersebut.

Hubungan dengan Kadar Kolesterol

Bagaimana hubungan antara warna lidah dan kolesterol? Kadar LDL atau kolesterol jahat dapat terlihat berbeda berdasarkan kondisi pembuluh darah di bawah lidah. Peneliti menemukan bahwa individu dengan pembuluh darah sublingual yang lebih lebar cenderung memiliki kadar LDL yang lebih tinggi. Perbedaan ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kondisi pembuluh darah sublingual dan kadar LDL dalam kelompok yang diteliti.

Namun, perubahan warna lidah menjadi biru atau ungu tidak selalu berkaitan dengan kolesterol. Perubahan warna yang tiba-tiba sebaiknya tidak langsung dihubungkan dengan kadar kolesterol, karena ada berbagai kemungkinan penyebab yang perlu dievaluasi berdasarkan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Dalam beberapa situasi, perubahan warna kebiruan pada jaringan tubuh bisa menjadi tanda sianosis, yang terjadi ketika kadar oksigen dalam darah rendah dan dapat berhubungan dengan masalah pada jantung atau paru-paru. Hal yang sama berlaku untuk bibir yang tampak kebiruan, yang juga dapat menunjukkan masalah oksigenasi, sehingga tidak tepat jika langsung dianggap sebagai tanda kolesterol tinggi.

Kadar kolesterol tinggi memang dapat meningkatkan risiko penumpukan plak di pembuluh darah, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Sayangnya, kolesterol tinggi sering kali tidak memberikan tanda yang jelas hanya dengan melihat kondisi fisik.

Oleh karena itu, jika mengalami gejala seperti nyeri atau ketidaknyamanan di dada, sesak napas, atau jantung berdebar, penting untuk tidak hanya mengaitkannya dengan perubahan warna lidah. Gejala-gejala tersebut perlu mendapatkan perhatian medis karena dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan. Untuk mengetahui kadar kolesterol secara akurat, cara yang lebih dapat diandalkan adalah melakukan pemeriksaan kadar kolesterol melalui tes darah.