BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:10 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Kamis, 23 Jul 2026 22:16 WIB

Pintu Catat Peningkatan Transaksi Aset Tertokenisasi di Kuartal II 2026

23 Jul 2026, 22:16 WIB 90x dibaca 3 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
K
Komang Yoga 90x dibaca · 3 menit baca
Foto: Dok Republika
Foto: Dok Republika

PT Pintu Kemana Saja (PINTU), sebuah platform investasi aset kripto yang telah mendapatkan izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melaporkan pertumbuhan yang signifikan pada kategori aset tertokenisasi yang berbasis saham Amerika Serikat sepanjang kuartal kedua tahun 2026. Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, terdapat peningkatan 18 persen dalam jumlah trader aktif, 17 persen dalam jumlah transaksi, dan 11 persen dalam volume perdagangan. Tren ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap instrumen investasi yang berbasis indeks atau exchange-traded fund (ETF), menunjukkan pergeseran perilaku investor menuju diversifikasi portofolio aset digital.

PINTU telah meluncurkan 45 aset tertokenisasi yang berbasis saham dan ETF dari Amerika Serikat sejak diperkenalkan dalam aplikasinya pada bulan September 2025. Pertumbuhan yang merata di seluruh indikator utama pada kuartal ini menunjukkan bahwa token yang berbasis aset dunia nyata, khususnya saham AS yang ditokenisasi, semakin diminati sebagai bagian dari strategi diversifikasi oleh investor dan trader kripto di Indonesia. Direktur Utama PINTU, Andy Putra, menyatakan, "Pertumbuhan jumlah trader aktif hingga 18 persen secara quarter on quarter mengindikasikan basis investor yang semakin meluas."

Peningkatan Minat terhadap ETF

Salah satu temuan utama pada kuartal ini adalah meningkatnya ketertarikan terhadap instrumen ETF yang berbasis indeks utama bursa saham AS. Token ETF Nasdaq-100, yang mencerminkan indeks sekitar 100 saham perusahaan terbuka nonkeuangan di AS, mengalami lonjakan volume perdagangan hingga 115 persen secara quarter on quarter, disertai dengan pertumbuhan jumlah trader aktif sebesar 196 persen. Di sisi lain, token ETF S&P 500, yang berfokus pada indeks 500 perusahaan terbuka terbesar di AS, mencatat kenaikan volume perdagangan sebesar 74 persen, dengan pertumbuhan jumlah trader aktif mencapai 160 persen. Kenaikan jumlah trader aktif pada kedua instrumen ini menunjukkan masuknya investor baru yang memilih untuk mendapatkan eksposur pasar dengan risiko yang lebih terdiversifikasi melalui aset berbasis indeks dalam portofolio digital mereka.

Andy Putra menambahkan, "Tersedianya beragam pilihan aset tertokenisasi berbasis saham dan ETF Amerika Serikat pada aplikasi PINTU mendorong ketertarikan yang lebih besar dari para trader terhadap kelas aset ini. Investor dan trader dapat berinvestasi maupun melakukan aktivitas perdagangan pada aset tersebut dengan modal yang terjangkau." Menurutnya, tingginya minat terhadap ETF berbasis indeks dibandingkan dengan saham tunggal menjadi sinyal positif akan meningkatnya kematangan investor. "Investor tidak lagi sekadar mengejar satu nama populer, melainkan mulai memanfaatkan tokenisasi untuk mendapatkan eksposur yang lebih terdiversifikasi terhadap pasar saham Amerika Serikat secara keseluruhan. Ke depan, PINTU akan terus memperluas pilihan instrumen tertokenisasi berbasis indeks agar semakin banyak investor Indonesia dapat mengakses strategi diversifikasi aset global dengan modal yang terjangkau," ujarnya.

Pertumbuhan Aset Teknologi

Di luar tren ETF, token berbasis saham dari perusahaan teknologi di Amerika Serikat juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Token berbasis saham Apple (AAPLX) menjadi salah satu aset dengan pertumbuhan volume perdagangan tertinggi pada kuartal II 2026, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.