PT Pintu Kemana Saja (PINTU), sebuah platform investasi aset kripto yang telah mendapatkan izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Nagekeo se-Jabodetabek (HIMAPEN) untuk memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda. Kegiatan yang bertajuk "Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas" ini dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa dari Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Acara yang berlangsung pada 8 Juli 2026 di Jakarta ini menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, praktisi keuangan global, Vier Abdul Jamal, Komisaris PT Adhikita Sekuritas Indonesia, B Hari Mantoro, dan Direktur Utama PT Smartin Advisor System, Odang Supriatna. Kegiatan ini dimoderatori oleh Jurnalis Senior Investor Daily, Edo Rusyanto.
Komitmen PINTU dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Andy Putra menyatakan bahwa kolaborasi dengan HIMAPEN merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, terutama di kalangan generasi muda. "Kami mengapresiasi antusiasme mahasiswa untuk belajar dan berdiskusi mengenai peluang investasi. Dengan menghadirkan para praktisi, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi keuangan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara industri dan akademisi dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi finansial," ungkapnya.
Pentingnya Pemahaman Investasi di Kalangan Mahasiswa
Menurut Andy, pemahaman tentang perencanaan keuangan, investasi, dan pemanfaatan teknologi finansial menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya partisipasi generasi muda di pasar investasi. Aster Leta, Ketua Umum HIMAPEN se-Jabodetabek, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai berbagai instrumen investasi serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan. "Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai investasi dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung perencanaan keuangan," jelasnya.
Peningkatan literasi investasi dianggap semakin penting karena saat ini, investor di berbagai instrumen keuangan didominasi oleh kelompok usia muda.