BREAKING Kamis, 18 Jun 2026 14:27 WIB
Berita Terkini Kamis, 18 Jun 2026 12:56 WIB

PKB Minta PDIP Tegas dalam Posisi Politik

18 Jun 2026, 12:56 WIB 2x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
T
Taufik Pranata 2x dibaca · 3 menit baca
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Jazilul Fawaid, yang menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB di DPR RI, mengingatkan PDIP untuk bersikap tegas mengenai posisinya dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan bahwa ketidakjelasan sikap dapat menciptakan kesan membingungkan.

"Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata," ungkap Jazilul saat memberikan keterangan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).

Pentingnya Soliditas dalam Pemerintahan

Jazilul menjelaskan bahwa saat ini partai-partai yang mendukung pemerintah sedang berusaha untuk memastikan berbagai program yang dicanangkan oleh Prabowo dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, ia menilai bahwa PDIP perlu menunjukkan soliditas dan kejelasan dalam sikapnya.

"Jadi, kami harap, posisinya jelas, jangan abu-abu. Kita sedang bergerak agar semua program berjalan sesuai dengan target. Dan kita tahu, ya, kita semua membutuhkan persatuan, soliditas untuk menjalankan semua program Presiden, tanpa itu juga enggak bisa jalan. Tapi jangan juga kemudian bersikap abu-abu," tambahnya.

Permintaan untuk Kejelasan Posisi

Jazilul menegaskan bahwa pihaknya menghormati berbagai pandangan politik yang ada, namun ia meminta agar PDIP menunjukkan sikap yang jelas agar tidak mengganggu jalannya pemerintahan. "Iya, jangan abu-abu sikapnya. Selama ini kan kita, ataupun yang ada di barisan pemerintah ini kan menghormati semua pendapat dari yang lain. Tapi, kalau ada kesan mengganggu, itu tidak baik untuk menjalankan program, gitu. Jadi, posisinya supaya gentle saja," ujarnya.

Walaupun PDIP telah menyatakan diri sebagai partai penyeimbang, Jazilul merasa bahwa pernyataan tersebut masih belum cukup jelas. Ia kembali mendorong PDIP untuk memperjelas statusnya dalam pemerintahan. "Belum, belum (belum jelas). Karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan kayak apa, itu nggak paham," jelasnya.

Jazilul menambahkan bahwa situasi yang ada saat ini seharusnya dapat membantu PDIP untuk menetapkan posisinya dengan lebih baik, sehingga semua pihak dapat bergerak dengan lebih efektif.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menegaskan bahwa partainya tidak terlibat dalam penggerakan massa. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap tudingan dari aliansi mahasiswa bernama BEM Bersatu mengenai kedekatan Tiyo Ardianto, salah satu penggerak aksi, dengan PDIP.

"Dipastikan, PDI Perjuangan, sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum, terhadap berbagai demonstrasi, baik akhir Agustus yang lalu maupun turunnya adik-adik mahasiswa, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan. Baik itu sebagai kader maupun sebagai anggota," kata Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6).

Said menegaskan bahwa tindakan yang dituduhkan bukanlah cara yang dianut oleh PDIP. Ia juga meminta agar kehadiran sosok Andi Widjajanto dalam aksi tersebut tidak ditafsirkan sebagai keterlibatan PDIP. "Tegas yang disampaikan Ibu, karena itu bukan cara-cara PDI Perjuangan. Termasuk ketika termonitor oleh berbagai pihak, keikutsertaan atau jalan-jalan yang terlihat seperti Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu adalah PDI Perjuangan," ungkapnya.