BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 16:35 WIB
Berita Terkini Jumat, 12 Jun 2026 12:36 WIB

Polisi Berupaya Alihkan Lokasi Demonstrasi Mahasiswa dari Bundaran HI ke Patung Kuda atau DPR

12 Jun 2026, 12:36 WIB 9x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
B
Bagas Prakoso 9x dibaca · 3 menit baca
Polisi Berupaya Alihkan Lokasi Demonstrasi Mahasiswa dari Bundaran HI ke Patung Kuda atau DPR
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Dwi Rahmawati/detikcom)

Jakarta - Kombes Pol Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk mengalihkan massa mahasiswa yang berencana menggelar demonstrasi di Bundaran HI ke lokasi lain seperti Patung Kuda atau DPR/MPR RI. Ia menekankan bahwa Bundaran HI bukanlah tempat yang tepat untuk menyampaikan aspirasi karena terdapat berbagai kegiatan ekonomi dan masyarakat di sekitarnya.

"Iya, memang kita ketahui bahwa seputaran Bundaran HI itu bukan merupakan tempat yang untuk menyampaikan aspirasi. Karena memang ada kegiatan-kegiatan perekonomian, kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Sehingga kita sama-sama memaklumi, memahami untuk saling menghormati," ungkap Budi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (12/6/2026).

Koordinasi untuk Mengalihkan Titik Demonstrasi

Budi menjelaskan bahwa Direktorat Intelijen Polda Metro Jaya sedang melakukan koordinasi untuk memastikan bahwa titik demonstrasi di Bundaran HI dapat dialihkan ke lokasi yang lebih sesuai. Ia berharap langkah ini dapat membantu mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka dengan lebih baik.

"Dan kami juga dari Direktorat Intelijen sudah berkomunikasi untuk mengalihkan titik tadi di Bundaran HI bisa di sekitar Patung Kuda ataupun di depan DPR MPR. Sehingga aspirasinya juga tersampaikan dengan baik dan ini juga dilindungi oleh undang-undang," tambahnya.

Budi juga mengajak semua pihak untuk berdoa agar kegiatan pengamanan dan penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

Pengamanan Demonstrasi oleh TNI-Polri

Dalam rangka mengamankan demonstrasi mahasiswa, Polda Metro Jaya akan menerjunkan 6.088 personel gabungan dari TNI dan Polri. Budi menegaskan bahwa dalam pengamanan ini tidak ada anggota yang akan membawa senjata api.

"Untuk jumlah personil gabungan TNI-Polri sejumlah 6.088 personil. Ini gabungan dari TNI 500 personil, ada dari Korbrimob 1.000 personil, BKO dari Kor Sabhara 200 personil, Polda Metro Jaya 3.802 personil dan Polres Metro Jakarta Pusat 586 personil," jelas Budi.

Budi merincikan bahwa terdapat empat titik pengamanan yang akan dilakukan oleh Polda Metro, yaitu di sekitar DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya. Ia memastikan bahwa polisi akan menjamin pelaksanaan aspirasi mahasiswa berjalan dengan baik.

"Kegiatan ini meliputi pengamanan, yang pertama di wilayah seputaran DPR/MPR RI, yang kedua seputaran Bundaran HI, yang ketiga seputaran Patung Kuda, dan keempat seputaran Cikini Raya," ujarnya.

Budi menegaskan bahwa penyampaian aspirasi kepada publik dilindungi oleh undang-undang, dan kehadiran petugas Polri serta TNI bertujuan untuk memastikan aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik.

Ia juga menyampaikan bahwa sesuai instruksi Kapolda Komjen Asep Edi Suheri, tidak ada personel yang diperbolehkan membawa senjata api selama pengamanan berlangsung. Ia meminta anggota Polri untuk bersikap humanis dan tidak terprovokasi.

"Tadi kita sama-sama mendengarkan direktif Bapak Kapolda Metro Jaya menekankan bahwa petugas yang melaksanakan pelayanan pengamanan penyampaian aspirasi di muka umum harus sabar, humanis, tidak terprovokasi," kata Budi.

"Termasuk penekanan dari Bapak Kapolda, tidak ada petugas TNI-Polri yang membawa senjata api di dalam pelayanan pengamanan aksi penyampaian pendapat ini. Termasuk kita menghimbau, mengajak kepada adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya dengan baik dan sama-sama menghormati pengguna jalan lainnya," imbuhnya.