BREAKING Senin, 17 Agt 2026 10:34 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Rabu, 10 Jun 2026 21:43 WIB

Pria di Bali Dianiaya dan Diperas Setelah Berkenalan di Tinder

10 Jun 2026, 21:43 WIB 34x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 34x dibaca · 2 menit baca
Pria di Bali Dianiaya dan Diperas Setelah Berkenalan di Tinder
regional.kompas.com

DENPASAR - Seorang pria berinisial YKB (24) dari Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, diduga mengalami penganiayaan dan pemerasan setelah berkenalan melalui aplikasi kencan Tinder di Bali. Kasus ini menjadi viral di media sosial setelah sebuah akun Facebook membagikan foto kondisi korban yang menunjukkan luka di kepala dan wajahnya.

Keluarga korban menyatakan bahwa YKB mengalami penyiksaan, perampasan barang, serta penyekapan di sebuah hotel yang terletak di Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Dalam unggahan tersebut, keluarga meminta doa agar pelaku segera ditangkap. "Teman-teman ceritanya panjang makanya belum terupdate video, karena panjang dan ini anak saya luka di kepala, karena disiksa oleh manusia penjahat yang tidak punya hati kemanusiaan. Semua barangnya diambil (dan) disiksa lagi," tulis akun tersebut.

Proses Penyelidikan oleh Pihak Kepolisian

Menyusul viralnya kasus ini, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengonfirmasi bahwa laporan mengenai kejadian tersebut telah diterima oleh Polsek Kuta dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Menurut Adi, berdasarkan keterangan dari saksi berinisial HO, yang merupakan pemilik warung di sekitar lokasi kejadian, korban datang meminta pertolongan pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 06.00 Wita.

Dalam keadaan panik dan mengalami luka di pelipis kiri serta beberapa lebam di wajah, korban dibantu oleh saksi untuk bersembunyi dan segera dibawa ke rumah sakit. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta.

Awal Mula Kejadian

Menurut penjelasan korban, peristiwa ini bermula ketika ia berkomunikasi dengan beberapa orang melalui aplikasi Tinder. Korban mengaku ditawari pekerjaan sebagai administrasi dan asisten pribadi di sebuah vila di kawasan Umalas, Kerobokan, Kuta Utara. Korban kemudian diajak bertemu di sebuah hotel dengan alasan untuk menandatangani kontrak kerja.

Dalam pertemuan tersebut, korban diminta untuk menyerahkan uang sebesar Rp 4 juta untuk biaya seragam kerja yang dijanjikan akan dikembalikan setelah nota keluar. Namun, situasi berubah ketika para pelaku menuduh korban melakukan pelecehan terhadap salah satu dari mereka. Akibatnya, korban kehilangan dua unit telepon genggam, laptop, KTP, dan paspor yang diambil oleh para pelaku.

Lebih lanjut, korban juga mengaku diperas dan diminta menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta. Ketika korban tidak dapat memenuhi permintaan tersebut, ia mengaku dipukul dan ditendang oleh lima orang pelaku. "Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka-luka. Saat ini Polsek Kuta tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut," ungkap Adi.