BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:10 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Kamis, 09 Jul 2026 15:06 WIB

Prodia Diagnostic Line Raih Rp 62,74 Miliar dari IPO, Saham Melonjak 35 Persen

09 Jul 2026, 15:06 WIB 100x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
R
Reyhan Arifin 100x dibaca · 2 menit baca
Foto: Dok BEI
Foto: Dok BEI

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), yang merupakan bagian dari Prodia Group, telah resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia pada hari Kamis, 9 Juli 2026. Dalam proses Initial Public Offering (IPO) ini, perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 62,74 miliar.

Pada saat pembukaan perdagangan, saham PRDL langsung mengalami kenaikan signifikan, mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) dengan lonjakan sebesar 35 persen atau 42 poin, sehingga harga sahamnya mencapai Rp 162 per lembar, naik dari harga penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp 120 per lembar.

Komitmen untuk Pertumbuhan dan Transparansi

Direktur Utama PRDL, Cristina Sandjaja, menyatakan, "Membunyikan bel hari ini bukan hanya membuka pasar. Kami membuka babak baru yang menarik tentang pertumbuhan, transparansi, dan inovasi." Ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memberikan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham baru, sambil tetap menjaga standar tata kelola perusahaan yang baik.

Dalam pernyataannya, Cristina juga menunjukkan optimisme besar untuk masa depan perusahaan, dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjalani perjalanan ini. Ia menjelaskan bahwa saat ini, Prodia memiliki lebih dari 1.083 Stock Keeping Unit (SKU) produk aktif yang tersebar di 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota, serta digunakan oleh lebih dari 7.600 pelanggan di seluruh Indonesia.

Peningkatan Kinerja Keuangan

Jaringan distribusi perusahaan mencakup sekitar 7.000 puskesmas, 300 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten/kota, serta berbagai institusi kesehatan lainnya. Cristina menegaskan bahwa lini produk utama perusahaan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70 persen, yang memperkuat daya saing produk di tengah meningkatnya kebutuhan alat kesehatan nasional dan dominasi produk asing.

Dia juga optimis bahwa IPO ini akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan kapasitas operasional, dan memperkuat kontribusi terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional. Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 74,4 miliar, mengalami pertumbuhan 27 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga tumbuh sebesar 70,7 persen (yoy) menjadi Rp 16,9 miliar, sementara EBITDA meningkat 66,9 persen (yoy) menjadi Rp 29,2 miliar, menunjukkan penguatan profitabilitas dan efisiensi operasional.

Dalam proses IPO ini, PRDL menawarkan sebanyak 522,9 juta saham baru, yang setara dengan 30 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan harga penawaran Rp 120 per saham, sehingga total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 62,74 miliar.