BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 06:53 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Selasa, 19 Mei 2026 13:15 WIB

Prospek Cerah Pasar Modal Indonesia Menurut CEO Danantara

19 Mei 2026, 13:15 WIB 14x dibaca 3 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
N
Nadia Stevani Putri 14x dibaca · 3 menit baca
Prospek Cerah Pasar Modal Indonesia Menurut CEO Danantara
Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Rosan Roeslani, CEO Danantara, menilai bahwa pasar modal Indonesia memiliki prospek yang cerah dalam jangka panjang. Optimisme ini muncul berkat fundamental yang kuat dari emiten-emiten badan usaha milik negara (BUMN) serta tingkat imbal hasil investasi yang dianggap kompetitif.

Dalam pernyataannya, Rosan menjelaskan bahwa pendekatan investasi yang diterapkan oleh Danantara tidak berfokus pada pergerakan harian pasar, melainkan lebih kepada strategi jangka panjang. "Kita lihat investasi di bursa buat kami di Danantara ini adalah investasi jangka panjang. Kalau kita lihat BUMN yang ada di bursa secara satu per satu contohnya Himbara atau pun mineral kita itu yieldnya juga sangat baik di atas 10-11 persen," ungkapnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Peningkatan Tata Kelola Pasar Modal

Rosan memberikan apresiasi terhadap Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia yang terus berupaya meningkatkan tata kelola pasar modal. Ia percaya bahwa langkah-langkah ini akan memperkuat transparansi dan kepercayaan investor, yang pada gilirannya akan meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di masa depan.

Menurut Rosan, minat dari investor, baik domestik maupun asing, menunjukkan perkembangan yang positif. Ia menilai bahwa saham-saham BUMN yang terdaftar di bursa masih menawarkan valuasi yang menarik dengan potensi imbal hasil yang tinggi dalam jangka menengah dan panjang. "Nah oleh sebab itu kalau kita lihat lagi, memang benar baik secara fundamental maupun baik secara pricing dari saham-saham terutama saham BUMN yang ada di bursa itu akan membuat yield jangka menengah panjang yang baik di atas 10-11 persen yang mana menurut kami itu sangat-sangat baik," tambahnya.

Optimisme Terhadap Pertumbuhan Pasar Modal

Rosan juga menegaskan bahwa fluktuasi pasar adalah hal yang wajar dalam investasi. Meskipun demikian, Danantara tetap optimis terhadap pertumbuhan pasar modal nasional sebagai bagian dari proses menuju kondisi yang lebih kuat. "Ini perjalanannya positif ke depannya. Tetapi memang kalau kita lihat oh hari ini, besok ada seminggu lagi dan approach kita itu bukan harian. Approach kita bukan bulanan, approach kita itu jangka panjang," jelasnya.

Ia mencatat bahwa jumlah investor di pasar modal Indonesia kini mencapai sekitar 27 juta, meningkat dari sekitar 20 juta pada tahun sebelumnya. "Saya sangat meyakini bahwa ke depannya dalam jangka panjangnya bursa kita ini akan terus bertumbuh, baik dari segi market kapitalisasinya, dari segi emitennya, dan juga baik dari investornya," kata Rosan.

Rosan juga menyoroti pertumbuhan jumlah investor muda, khususnya dari generasi Z, yang menjadi sinyal positif bagi masa depan pasar modal nasional. Ia menekankan pentingnya edukasi investasi untuk meningkatkan pemahaman investor mengenai strategi jangka panjang. "Dan kita lihat juga pertumbuhan dari investor anak-anak muda gen z juga meningkat yang signifikan. Nah inilah yang kita harus kasih pemahaman kepada mereka bahwa investasi di pasar modal ini adalah investasi baik, menengah, panjang yang bisa menghasilkan suatu return yang baik," tutupnya.