BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:11 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Senin, 10 Agt 2026 21:17 WIB

Proyek Tiga Kapal Pelni Senilai Rp4,5 Triliun Dorong Kemajuan Industri Galangan Kapal Nasional

10 Agt 2026, 21:17 WIB 56x dibaca 3 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
B
Bima Mandala Sakti 56x dibaca · 3 menit baca
Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar

Rencana pembangunan tiga kapal penumpang baru oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dengan nilai mencapai Rp4,5 triliun menjadi momen penting bagi industri galangan kapal dalam negeri untuk membuktikan kemampuannya. Asosiasi Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menilai proyek ini akan menjadi ujian bagi galangan kapal dalam membangun kapal modern yang memenuhi standar internasional.

Pentingnya Proyek untuk Industri Galangan Kapal

Ketua Umum Iperindo, Anita Puji Utami, menyatakan bahwa pembangunan kapal-kapal baru ini harus menjadi langkah nyata dalam memperkuat industri galangan kapal nasional. Menurutnya, proyek ini bukan hanya berkaitan dengan penambahan armada, tetapi juga memberikan peluang untuk meningkatkan kemampuan industri perkapalan di Indonesia. "Proyek pembangunan tiga kapal baru Pelni harus menjadi implementasi nyata dari arahan Presiden Prabowo tersebut," ujarnya.

Anita menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah meminta agar rencana pengembangan armada nasional disusun dengan tujuan agar lebih banyak pengiriman logistik dilakukan oleh kapal berbendera Indonesia. Kebijakan ini juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas industri galangan kapal dalam negeri.

Kesempatan untuk Meningkatkan Daya Saing

Dia menambahkan, saat ini sekitar 95 persen pengangkutan barang di Indonesia masih bergantung pada kapal berbendera asing. CEO Danantara, Rosan Roeslani, juga menyampaikan bahwa arahan presiden mencakup pengembangan armada nasional serta peningkatan kemampuan galangan kapal, baik yang dikelola oleh BUMN maupun swasta, untuk dapat membangun kapal dengan standar internasional.

Anita menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk menunjukkan kemampuan tidak hanya dalam pengoperasian kapal, tetapi juga dalam membangun kapal modern yang dapat bersaing di pasar global. Oleh karena itu, proyek pembangunan tiga kapal Pelni dianggap sebagai kesempatan untuk menguji kapasitas galangan kapal nasional.

Dia juga menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan desain dari Italia dalam proyek ini tidak akan menghalangi pembangunan kapal di Indonesia. Dalam konteks industri perkapalan global, penyedia desain dan galangan kapal adalah dua entitas yang berbeda. "Selama memenuhi spesifikasi teknis, standar keselamatan, dan persyaratan klasifikasi internasional, pembangunan kapal dapat dilaksanakan oleh galangan nasional," tambahnya.

Iperindo berharap Danantara, sebagai pemegang saham strategis BUMN, dapat memastikan bahwa proyek pembangunan tiga kapal Pelni akan memberikan dampak positif bagi penguatan industri maritim nasional. Anita percaya bahwa proyek ini dapat menjadi langkah konkret untuk memperkuat armada nasional dan mengurangi ketergantungan pada kapal berbendera asing.

"Iperindo akan mendukung keberhasilan pembangunan tiga kapal baru Pelni di Indonesia. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan industri galangan kapal Indonesia kepada bangsa sendiri," tegasnya.

Sejumlah galangan kapal nasional telah menyatakan kesiapan mereka untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Industri galangan kapal di Indonesia memiliki kapasitas untuk membangun sekitar 1.200 unit kapal per tahun, didukung oleh fasilitas reparasi yang memiliki sekitar 36.000 dock space serta jaringan industri penunjang yang memproduksi berbagai komponen kapal.

Anita menambahkan, jika proyek strategis seperti ini dipercayakan kepada galangan nasional, manfaatnya tidak hanya akan menghasilkan tiga kapal baru, tetapi juga memperkuat daya saing industri maritim Indonesia, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan kapasitas yang ada, proyek tiga kapal Pelni berpotensi menjadi tolak ukur kemampuan industri galangan nasional dalam mengerjakan kapal penumpang berskala besar dan memperkuat rantai pasok industri maritim dalam negeri.