Pergerakan harga komoditas global pada pekan mendatang diperkirakan akan tetap fluktuatif. Harga emas dunia atau logam mulia diprediksi akan diperdagangkan dalam rentang Rp 2,53 juta hingga Rp 2,75 juta per gram, sedangkan harga minyak mentah diperkirakan akan mengalami penurunan terbatas di kisaran 65,50 hingga 75,10 dolar AS per barel.
Pada penutupan perdagangan yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026), harga emas dunia tercatat berada di level 4.077 dolar AS per troy ons, dengan harga logam mulia ditutup pada angka Rp 2,66 juta per gram.
Prediksi Pergerakan Harga Emas
Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, jika harga emas mengalami koreksi, level support pertama akan berada di angka 3.959 dolar AS per troy ons dan harga logam mulia di Rp 2,64 juta per gram. Jika koreksi berlanjut, level support kedua untuk harga emas dunia diperkirakan akan berada di 3.786 dolar AS per troy ons dan harga logam mulia di Rp 2,53 juta per gram.
Di sisi lain, jika harga mengalami penguatan, level resisten pertama untuk harga emas diprediksi berada di 4.175 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia di Rp 2,68 juta per gram. Level resisten kedua untuk harga emas diperkirakan akan mencapai 4.344 dolar AS per troy ons dan harga logam mulia di Rp 2,75 juta per gram.
Kesimpulan Proyeksi Harga
Ibrahim menjelaskan, “Jadi, untuk harga emas dunia dalam sepekan ke depan kemungkinan besar diperdagangkan di level support 3.786 dolar AS per troy ons, kemudian tertinggi atau resistennya di 4.344 dolar AS per troy ons. Kemudian untuk logam mulianya kemungkinan besar dalam sepekan range-nya Rp 2,53 juta per gram sampai Rp 2,75 juta per gram,” dalam keterangannya pada Ahad (28/6/2026).