BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Kamis, 06 Agt 2026 14:47 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diperkirakan Mencapai 5,7 Persen

06 Agt 2026, 14:47 WIB 76x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
Z
Zahra Asma Nabila 76x dibaca · 2 menit baca
Foto: Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai

Bank Indonesia (BI) menetapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 berada di antara 4,9 persen hingga 5,7 persen. Keyakinan ini muncul seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang tercatat mencapai 5,45 persen pada semester pertama, yang didorong oleh permintaan domestik yang kuat.

Perkembangan Ekonomi Kuartal II 2026

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy), meskipun mengalami penurunan dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,61 persen. "Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 tercatat 5,29 persen (yoy), setelah pada kuartal sebelumnya tumbuh sebesar 5,61 persen (yoy)," ungkap Ramdan dalam keterangannya pada Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan untuk tahun 2026 tetap positif dan diperkirakan berada dalam rentang 4,9 hingga 5,7 persen (yoy), didukung oleh permintaan domestik yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dan BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Faktor Pendukung Pertumbuhan Ekonomi

Dari aspek pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II didorong oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat 5,06 persen, sejalan dengan momentum libur sekolah dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Sementara itu, konsumsi pemerintah mengalami kenaikan sebesar 15,97 persen, didorong oleh realisasi belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji ke-13, serta belanja barang dan jasa untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,93 persen. Selain itu, BI mencatat investasi tumbuh 6,87 persen, yang didorong oleh peningkatan investasi dari sektor pemerintah dan swasta serta pertumbuhan investasi kendaraan. Ekspor juga mengalami peningkatan sebesar 4,13 persen berkat membaiknya permintaan dari negara mitra dagang utama.

Berdasarkan sektor usaha, pertumbuhan ekonomi didorong oleh industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, serta sektor informasi dan komunikasi. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga mencatat pertumbuhan positif, seiring meningkatnya okupansi hotel dan meluasnya jangkauan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Secara regional, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 tertinggi terjadi di Bali dan Nusa Tenggara, diikuti oleh Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, serta Maluku dan Papua. Ramdan menegaskan bahwa BI akan terus memperkuat kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.