PT RANS Entertainment Indonesia Tbk telah melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat, 10 Juli 2026. Dengan kode saham RANS, perusahaan ini menjadi yang ketujuh yang terdaftar di BEI sepanjang tahun ini.
Direktur Utama RANS Entertainment Indonesia, Nagita Slavina, menyatakan bahwa pencatatan saham ini merupakan indikasi bahwa industri hiburan telah melampaui sekadar penyedia konten. Ia menekankan bahwa sektor ini kini berfungsi sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional.
Peran Kreativitas dalam Ekonomi
“Kreativitas adalah modal, kreativitas adalah aset, dan kreativitas dapat menjadi perusahaan publik yang dipercaya masyarakat Indonesia,” ungkap Nagita dalam acara seremoni pencatatan saham perdana di BEI. Ia menjelaskan bahwa industri hiburan telah berkembang jauh dari fungsi awalnya sebagai penyedia tontonan semata. Menurutnya, sektor ini berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja, mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan transportasi.
Transformasi Ekonomi Melalui Hiburan
Lebih lanjut, Nagita menekankan bahwa hiburan tidak lagi sekadar konsumsi, melainkan telah menjadi infrastruktur ekonomi yang baru. Ia memberikan contoh bahwa sebuah film tidak hanya menghasilkan pendapatan dari penjualan tiket, tetapi juga berkontribusi pada sektor perhotelan, restoran, dan destinasi wisata. Konser musik, misalnya, turut meningkatkan aktivitas transportasi dan perdagangan, serta mendukung usaha UMKM. Karakter animasi juga dapat berkembang menjadi produk berlisensi dan destinasi wisata.
Sementara itu, Saidu Solihin, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menyatakan bahwa pencatatan saham RANS menandai awal tanggung jawab baru sebagai perusahaan terbuka. Ia menegaskan bahwa perusahaan ini diharapkan dapat menjaga tata kelola yang baik, kepatuhan, serta transparansi informasi kepada publik.