BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung telah memulai persiapan infrastruktur untuk mendukung reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang direncanakan akan berlangsung pada 17 September 2026. Perbaikan dilakukan di jalur utama menuju bandara, mencakup perbaikan jalan, normalisasi drainase, pemangkasan pohon, penataan penerangan jalan, serta pemarkahan jalan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menyatakan bahwa pekerjaan ini dilakukan setelah adanya rapat dengan Angkasa Pura untuk membahas dukungan yang diperlukan dari Pemerintah Kota Bandung. "Hari ini sudah mulai kita lakukan proses itu karena berdasarkan hasil rapat dengan Angkasa Pura, ada beberapa hal yang memang perlu dukungan dari pemerintah kota," ujarnya pada Kamis (2/7/2026).
Kolaborasi Lintas Dinas untuk Perbaikan
Rizki menjelaskan bahwa persiapan infrastruktur menuju Bandara Husein Sastranegara melibatkan berbagai dinas, tidak hanya DSDABM. Pekerjaan ini juga dilakukan bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Perhubungan Kota Bandung, serta Angkasa Pura. Kolaborasi antar dinas ini diperlukan agar akses menuju bandara lebih aman dan nyaman saat beroperasi kembali.
Perbaikan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang meminta Pemkot Bandung untuk membantu Angkasa Pura dalam menyiapkan operasional bandara. Dalam pembagian tugas, DSDABM bertanggung jawab atas perbaikan jalan dan drainase, sementara DPKP melakukan pemangkasan pohon, dan pengaturan lalu lintas dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan. "Kalau tugas kami di DSDABM memang terkait perbaikan minor jalan, pengaspalan jalan, sama perbaikan drainase. Kegiatan ini sudah mulai, mungkin dalam beberapa hari juga selesai," kata Rizki.
Fokus pada Akses Utama Bandara
Rizki menambahkan bahwa pekerjaan DSDABM difokuskan pada perbaikan minor jalan melalui pengaspalan dan normalisasi saluran drainase. Area yang menjadi perhatian adalah jalur utama menuju Bandara Husein Sastranegara, mulai dari pintu masuk Gapura Pajajaran hingga area drop off dan mendekati kawasan parkir bandara. Jalur ini menjadi prioritas karena akan menjadi akses utama bagi masyarakat dan pengguna jasa penerbangan saat bandara kembali aktif.
Selain memperbaiki permukaan jalan, DSDABM juga membersihkan saluran drainase yang mengalami sedimentasi. Rizki menjelaskan bahwa normalisasi drainase penting agar saluran dapat berfungsi dengan baik, terutama untuk menghindari genangan saat hujan. "Drainasenya kita normalisasi karena sudah banyak sedimentasi. Kita normalisasikan supaya nanti berfungsi dengan baik kembali," ujarnya.
Pemkot Bandung menargetkan agar seluruh pekerjaan penunjang akses bandara dapat selesai sebelum Bandara Husein Sastranegara beroperasi kembali. Rizki menyebutkan bahwa perbaikan minor jalan dan drainase telah dimulai dan diperkirakan dapat selesai dalam beberapa hari ke depan. Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan akses menuju Bandara Husein Sastranegara lebih siap saat aktivitas penerbangan dibuka kembali pada 17 September 2026.