BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 02:37 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Minggu, 28 Jun 2026 05:07 WIB

Risiko Kanker Usus Besar pada Pelari Maraton, Temuan Mengejutkan dari Studi

28 Jun 2026, 05:07 WIB 41x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
D
Doni Setiawan 41x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi. Studi menemukan, orang yang sering mengikuti ajang lari maraton berisiko terkena kanker usus besar. (iStockphoto/Pavel1964)
Ilustrasi. Studi menemukan, orang yang sering mengikuti ajang lari maraton berisiko terkena kanker usus besar. (iStockphoto/Pavel1964)

Jakarta, CNN Indonesia -- Maraton kini menjadi salah satu tren yang banyak diminati. Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa penggemar lari maraton mungkin lebih rentan terhadap kanker usus besar. Menurut laporan dari Health, penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi American Society of Clinical Oncology menemukan adanya hubungan antara lari jarak jauh dengan risiko penyakit tertentu.

Dari 100 pelari serius yang menjadi subjek penelitian, sekitar 15 persen di antaranya ditemukan memiliki prekursor kanker usus besar. "Sebuah temuan yang menunjukkan bahwa berlari jarak jauh, bahkan maraton, adalah sebuah risiko," ungkap Direktur Program Kanker Gastrointestinal di Inova Schar Cancer Institute, Timothi Cannon, yang terlibat dalam studi tersebut. Para peneliti meneliti pelari berusia antara 35 hingga 50 tahun yang bukan pelari biasa, melainkan mereka yang telah menyelesaikan minimal dua ultramaraton atau lima maraton biasa.

Prosedur Kolonoskopi dan Hasil Penelitian

Seluruh peserta dalam studi ini menjalani kolonoskopi, sebuah prosedur untuk mendeteksi polip yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 15 persen dari peserta memiliki polip tersebut. "Saya sangat terkejut bahwa jumlahnya sebanyak itu," kata Cannon.

Meski demikian, studi ini memiliki beberapa keterbatasan. Penelitian ini berskala kecil dan hanya melibatkan sejumlah atlet. Informasi mengenai risiko kanker lainnya juga masih terbatas, dan tidak ada kelompok pembanding yang bukan pelari dalam penelitian ini. Dengan demikian, studi ini belum dapat membuktikan secara definitif bahwa lari jarak jauh dapat menyebabkan kanker usus besar. Namun, para ahli menilai bahwa temuan ini layak untuk diteliti lebih lanjut.

Hubungan Antara Lari dan Kesehatan Usus

Apa yang menyebabkan hubungan antara lari dan kanker usus besar? Selama berlari jarak jauh yang melelahkan, tubuh cenderung mengalihkan aliran darah dari saluran pencernaan untuk mendukung aktivitas otot. Cannon menduga bahwa pelari yang berlatih ekstrem dalam waktu lama mungkin mengalami perubahan fisiologis yang meningkatkan risiko kanker. Ia juga mencurigai adanya perbedaan dalam mikrobioma usus antara pelari dan non-pelari.

Namun, bukan berarti seseorang harus menghentikan aktivitas berlari. Terlepas dari hasil studi ini, banyak penelitian lain yang menunjukkan manfaat aktivitas fisik, termasuk lari, dalam mencegah kanker dan penyakit kronis lainnya. Sebuah studi pada tahun 2014 menunjukkan bahwa orang yang jogging selama 5-10 menit per hari memiliki risiko kematian yang lebih rendah akibat berbagai penyebab, termasuk penyakit jantung.

Cannon tidak mendorong siapa pun untuk berhenti berolahraga. Ia mengingatkan bahwa aktivitas fisik apapun bermanfaat untuk kesehatan. Jika seseorang sering melakukan olahraga intens seperti lari maraton atau bersepeda jarak jauh, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin. Segera lakukan pemeriksaan menyeluruh jika mengalami gejala yang tidak biasa, seperti feses berdarah.