Regional

Setelah Empat Kali Tertunda, Jemaah Haji Tertua dari Bolmong Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

Asma Manoppo, jemaah haji tertua asal Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, akhirnya dapat berangkat ke tanah suci setelah mengalami penundaan sebanyak empat kali.

G
Galih Lingga Pradipta
02 May 2026 6 pembaca
Setelah Empat Kali Tertunda, Jemaah Haji Tertua dari Bolmong Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Sumber gambar: regional.kompas.com

MANADO, KOMPAS.com - Asma Manoppo, yang berusia 88 tahun dan merupakan jemaah haji tertua dari Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, akhirnya dapat melaksanakan keberangkatannya ke tanah suci setelah mengalami penundaan sebanyak empat kali. Ia tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 5 dan berangkat menuju Embarkasi Balikpapan pada Sabtu, 2 Mei 2026, dini hari. Sebelumnya, keberangkatannya sempat terhambat akibat pandemi Covid-19.

Asma mengungkapkan, "Sudah sejak Covid 19, sudah mau pergi waktu itu tiba-tiba tidak bisa pergi karena ada pelarangan tidak bisa banyak orang berkumpul. Empat kali panggilan, baru kali ini bisa pergi," pada saat keberangkatannya. Meski mengalami sedikit gangguan penglihatan dan berbicara dengan terbata-bata, Asma tetap merasa semangat untuk menunaikan ibadah haji dan menyatakan bahwa ia dalam kondisi sehat. Ia didampingi oleh anaknya, Asna Gonibala, selama proses keberangkatan.

Keberangkatan Jemaah Haji Kloter 5

Asma termasuk dalam 198 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 5 dan berangkat ke embarkasi Balikpapan pada pukul 5.00 Wita. Ia menyatakan, "Saya sehat, hanya batuk ringan saja." Sementara itu, 162 jemaah haji dari Kloter 5 dan 34 jemaah dari Kloter 6 dijadwalkan akan berangkat ke embarkasi Balikpapan pada siang hari sekitar pukul 10.45 Wita.

Pelepasan Jemaah Haji oleh Gubernur

Keberangkatan jemaah haji ini dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, di terminal 1 Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. KOMPAS.com berkomitmen untuk memberikan informasi yang jernih, tepercaya, dan berimbang, serta mendukung keberlanjutan jurnalisme yang berkualitas.

Artikel Terkait