SOLO, KOMPAS.com - Rencana untuk menjalin kerja sama sister city antara Kota Solo dan Xi'an, China, telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Kota Solo. Keputusan ini diambil dalam rapat paripurna persetujuan IV DPRD Kota Solo yang berlangsung pada Rabu (6/5/2026). DPRD Kota Solo menyatakan dukungannya terhadap program kerja sama tersebut.
Juru bicara Komisi I DPRD Kota Solo, Wahyu Haryanto, menjelaskan bahwa DPRD Kota Surakarta akan segera menetapkan keputusan terkait persetujuan kerja sama sister city antara Pemerintah Kota Solo dan Kota Xi'an. Wali Kota Solo, Respati Ardi, menambahkan bahwa persetujuan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring kerja sama internasional.
Ruang Lingkup Kerja Sama
Respati menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dirancang untuk implementasi yang konkret di berbagai bidang, terutama di sektor pariwisata, kebudayaan, dan sejarah. Ia menyebutkan bahwa dalam sektor pariwisata dan budaya, Pemkot Solo akan mendorong promosi bersama, pertukaran informasi, serta pengembangan wisata warisan budaya melalui berbagai kegiatan seperti workshop dan kunjungan ke situs cagar budaya.
“Kerja sama ini sejalan dengan Wellness Tourism Kota, jadi pas sekali investasinya wisata. Dan kita tahu pusat perkembangan ekonomi dunia ada di Tiongkok, China,” ujarnya.
Peluang di Sektor Sains dan Teknologi
Dalam hal sains dan teknologi, kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang untuk transfer pengetahuan terkait smart city, pemerintahan digital, big data, serta keamanan informasi. Respati menambahkan bahwa melalui Solo Technopark, Pemkot Solo juga akan mendorong program inkubasi bisnis dan pertukaran startup agar pelaku usaha muda di Solo dapat bersaing di pasar global.
Di sektor ekonomi dan perdagangan, Respati menyatakan bahwa kerja sama ini akan memperluas akses pasar bagi produk UMKM dan potensi ekspor Kota Solo melalui promosi digital, pameran internasional, dan pemanfaatan platform distribusi lintas negara. “Kita juga mendorong pelatihan transaksi ekspor impor serta penguatan ekonomi sirkular melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi,” jelasnya.
Dalam bidang pendidikan, Pemkot Solo berencana mengembangkan program sister school yang memungkinkan pertukaran pelajar serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik, termasuk pelatihan Bahasa Mandarin. “Ini menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berwawasan global,” kata Respati.
Sementara itu, Respati meyakini bahwa kerja sama ini akan memperkuat pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, dan membuka peluang penempatan tenaga kerja serta magang internasional di Kota Xi'an. “Kerja sama ini akan membuka lapangan kerja baru, menciptakan peluang baru,” tutupnya.