BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:09 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Sabtu, 25 Jul 2026 10:23 WIB

Strategi Menjaga Kesehatan Otak Seiring Bertambahnya Usia

25 Jul 2026, 10:23 WIB 62x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
T
Taufik Pranata 62x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi. Kesehatan emosional sering luput dari perhatian saat bicara cara menjaga kesehatan otak. (BlueOlive/Pixabay)
Ilustrasi. Kesehatan emosional sering luput dari perhatian saat bicara cara menjaga kesehatan otak. (BlueOlive/Pixabay)

Jumlah individu yang mencapai usia 100 tahun semakin meningkat, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia. Para ahli neurologi memprediksi bahwa jumlah kasus demensia akan lebih dari dua kali lipat pada tahun 2050, berdasarkan studi yang dipublikasikan di jurnal The Lancet pada tahun 2022.

Dokter Jinsy A Andrews dari NYU Langone di Amerika Serikat menjelaskan bahwa mereka yang menjalani gaya hidup sedentari dan mengonsumsi banyak makanan olahan memiliki risiko tinggi terkena Alzheimer serta penyakit neurodegeneratif lainnya. "Di antara kami para ahli neurologi, kami benar-benar mencoba memikirkan cara untuk melindungi otak dan melakukan modifikasi gaya hidup yang dapat menunda atau mencegah demensia," ungkapnya.

Pentingnya Kesehatan Emosional

Walaupun pola makan dan aktivitas fisik merupakan komponen penting untuk kesehatan otak secara keseluruhan, Andrews menekankan bahwa kesehatan emosional juga sangat berpengaruh. Sebuah penelitian dalam Ageing Research Review menunjukkan bahwa isolasi sosial dan depresi dapat meningkatkan risiko Alzheimer. Meskipun hubungan antara keduanya belum sepenuhnya dipahami, kesejahteraan emosional diketahui memengaruhi sistem biologis yang berkaitan dengan kesehatan kognitif.

Sayangnya, kesejahteraan emosional lebih sulit diukur dibandingkan dengan menghitung langkah harian atau asupan nutrisi. Andrews sering kali menemukan bahwa pasiennya tidak menyadari apa yang membuat mereka bahagia. "Sungguh menakjubkan betapa banyak orang yang bahkan tidak memikirkannya [kebahagiaan]," tambahnya.

Tips untuk Menjaga Kesehatan Otak

Andrews memberikan dua saran untuk meningkatkan kesehatan emosional dan menjaga ketajaman otak. Pertama adalah sosialisasi yang berkualitas. Interaksi sosial yang berkualitas telah terbukti dapat meningkatkan umur panjang dan kesehatan otak. Namun, interaksi melalui media sosial sering kali tidak memberikan manfaat yang sama, bahkan bisa menurunkan kesejahteraan emosional. "Terutama saat ada interaksi negatif secara online. Hal itu dapat meningkatkan isolasi sosial dan depresi," jelasnya.

Kedua, mengasah kreativitas juga sangat penting. Merangsang otak tidak selalu berarti harus mengisi teka-teki silang setiap hari. Aktivitas sederhana seperti mendengarkan musik atau membaca buku dapat memberikan manfaat bagi otak. Andrews menekankan bahwa aktivitas kreatif ini mengaktifkan berbagai area otak dan membantu neuroplastisitas. "Berbagai aktivitas [kreatif] yang baik seperti membuat kerajinan tangan dapat meningkatkan sirkuit dan menjaga agar semuanya tetap segar dan baru," tuturnya.

Hobi yang menenangkan, seperti kerajinan tangan, juga dapat mengurangi tingkat stres. Stres kronis dapat meningkatkan penanda inflamasi yang merusak sistem saraf dan otak. "Tindakan merangsang semua bagian otak dengan berbagai cara benar-benar membantu Anda untuk mencegah demensia dan penyakit Alzheimer," pungkas Andrews.