BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:10 WIB
Berita Terkini Rabu, 29 Jul 2026 16:45 WIB

Sudaryono Batasi Pertemuan Mitra MBG di Kantor untuk Hindari Fitnah

29 Jul 2026, 16:45 WIB 46x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
R
Reyhan Arifin 46x dibaca · 3 menit baca
Foto: Devi/detikcom
Foto: Devi/detikcom

Jakarta - Sudaryono, yang menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menyatakan komitmennya untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara transparan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, ia memutuskan untuk membatasi akses mitra MBG ke ruang kerjanya dan mengalihkan pertemuan ke Pusat Pelayanan Terpadu. Pernyataan ini disampaikan Sudaryono saat meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center BGN di kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Rabu (29/7/2026).

Dalam acara tersebut, Sudaryono menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program MBG. "Ini menunjukkan komitmen sebagaimana sudah saya sampaikan di awal-awal dulu. Kita ini maunya terang benderang, tidak ada yang sembunyi-sembunyi, tidak ada yang diam-diam, tidak ada yang gelap-gelap, semuanya harus terang benderang," ungkapnya dalam konferensi pers.

Pusat Pelayanan Terpadu sebagai Zona Hijau

Sudaryono menjelaskan bahwa Pusat Pelayanan Terpadu BGN berfungsi sebagai zona hijau, yang berarti semua orang dapat diterima di tempat tersebut. Namun, ia juga mengingatkan adanya zona merah, yang menunjukkan bahwa pertemuan dengan pejabat untuk kepentingan tertentu tidak diperbolehkan. "Maka Pusat Pelayanan Terpadu itu adalah zona hijau namanya, jadi semua orang diterima di tempat itu. Zona hijau di mana orang boleh ketemu sama orang di tempat itu," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pertemuan yang bersifat khusus dengan pejabat harus dilakukan secara resmi. "Kalau ada zona hijau, maka ada namanya zona merah. Zona merah itu misalnya seseorang yang berkepentingan itu ketemu dengan pejabat dengan kepentingan dia, itu nggak boleh, ya," tambahnya.

Mencegah Dugaan Negatif

Sudaryono juga mengungkapkan bahwa ia membatasi pertemuan mitra MBG di ruang kerjanya untuk menghindari fitnah. "Saya pribadi membatasi orang-orang yang barangkali dia punya dapur, dia mitra, dia supplier-lah, dia entah apalah begitu, saya membatasi untuk tidak saya terima di ruangan saya. Sekali lagi, belum tentu kalau saya terima itu kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis. Tapi kalau saya terima, itu membuat orang menduga-duga, jadilah yang namanya fitnah gitu," jelasnya.

Ia menekankan pentingnya menghindari dugaan negatif dari publik terkait pertemuan langsung di ruang kerjanya. "Jadi saya daripada menjadi diduga-duga oleh orang, apalagi diduga-duga oleh publik, diduga-duga oleh netizen, diduga-duga oleh masyarakat dan itu diduga-duganya adalah diduga-duga yang negatif, lebih baik itu kita hindarkan," ujarnya.

Sudaryono juga menekankan bahwa prinsip ini harus diterapkan oleh seluruh pejabat BGN. Ia melarang keras pihak yang tidak berkepentingan untuk melakukan komunikasi langsung secara diam-diam dengan pejabat BGN. "Saya ingin, saya bersama dua waka saya berkomitmen dan kami membawa budaya ini sampai ke level bawah. Di level eselon 1, eselon 2, dan seterusnya, saya larang dengan keras menerima pihak-pihak yang berkepentingan secara gelap-gelap, diam-diam. Semuanya harus direspons dengan cara yang proper, yang baik ya," imbuhnya.