Testosteron biasanya dianggap sebagai hormon yang terkait dengan pria, namun wanita juga memproduksinya dalam jumlah kecil melalui ovarium dan kelenjar adrenal. Hormon ini, bersama dengan estrogen, berperan penting dalam menjaga kesehatan jaringan reproduksi dan fungsi ovarium.
Ketika kadar testosteron dalam tubuh wanita meningkat secara berlebihan, hal ini dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari suasana hati, perilaku, hingga penampilan fisik dan kesehatan reproduksi. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, kelebihan hormon androgen, termasuk testosteron, dikenal sebagai hiperandrogenisme, yang dialami oleh sekitar 5-10 persen wanita usia reproduktif dan sering kali terkait dengan gangguan hormonal seperti PMOS (yang sebelumnya dikenal sebagai PCOS).
Ciri-Ciri Wanita dengan Kadar Testosteron Tinggi
Berikut adalah beberapa gejala yang sering dialami oleh wanita dengan kadar testosteron yang tinggi:
- Tumbuh rambut berlebih di wajah dan tubuh: Salah satu tanda paling umum adalah munculnya rambut yang lebih tebal di area wajah seperti dagu, kumis, atau pipi, serta di dada, punggung, dan perut. Kondisi ini dikenal sebagai hirsutisme dan biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon androgen.
- Rambut menipis: Kadar testosteron yang tinggi dapat menyebabkan rambut di kepala menjadi menipis atau mengalami pola kebotakan yang mirip dengan yang dialami pria.
- Suara menjadi lebih berat: Perubahan hormon yang signifikan dapat membuat suara wanita terdengar lebih dalam atau berat dibandingkan sebelumnya, meskipun tidak semua wanita mengalami hal ini.
- Jerawat sulit sembuh: Kadar testosteron yang tinggi dapat meningkatkan produksi minyak (sebum) di kulit, yang dapat memicu jerawat yang sulit sembuh, terutama di wajah, dada, dan punggung.
- Siklus menstruasi tidak teratur: Kelebihan testosteron dapat mengganggu proses ovulasi, sehingga siklus menstruasi menjadi tidak teratur, lebih jarang, atau berlangsung lebih lama dari biasanya.
- Massa otot meningkat dan ukuran payudara mengecil: Beberapa wanita dengan kadar testosteron tinggi mengalami peningkatan massa otot, sementara ukuran payudara dapat tampak mengecil akibat perubahan hormonal.
- Gangguan mood: Kadar testosteron yang terlalu tinggi dapat memengaruhi kondisi psikologis. Wanita dengan testosteron tinggi, terutama yang berkaitan dengan PMOS/PCOS, diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan suasana hati, seperti kecemasan dan depresi. Meskipun tidak semua wanita mengalami hal ini, perubahan hormon dapat menyebabkan fluktuasi emosi atau perubahan perilaku tertentu.
Demikianlah beberapa tanda yang menunjukkan tingginya kadar hormon testosteron pada wanita.