BREAKING Senin, 15 Jun 2026 00:24 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Selasa, 19 Mei 2026 22:23 WIB

Tanda-Tanda Penting yang Menunjukkan Seseorang Perlu Mengunjungi Psikiater

19 Mei 2026, 22:23 WIB 15x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
H
Hana Salsabila Zaid 15x dibaca · 2 menit baca
Tanda-Tanda Penting yang Menunjukkan Seseorang Perlu Mengunjungi Psikiater
Ilustrasi. Ada sejumlah ciri-ciri orang harus ke psikiater yang perlu dikenali, supaya penanganan bisa cepat dan tepat. (iStock/Chinnapong)

Kesehatan mental merupakan aspek yang perlu dijaga dengan baik. Namun, seringkali individu merasa bingung apakah mereka memerlukan bantuan dari seorang psikiater. Penting untuk mengenali tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seseorang perlu berkonsultasi dengan psikiater.

Seorang psikiater adalah dokter yang telah menjalani pelatihan khusus untuk menilai, mendiagnosis, serta mengobati berbagai gangguan mental. Menurut informasi dari Verywell Mind, ada beberapa kondisi psikiatri yang biasanya didiagnosis oleh psikiater, seperti gangguan stres pascatrauma (PTSD), gangguan hiperaktivitas defisit perhatian (ADHD), skizofrenia, dan gangguan bipolar.

Tanda-Tanda Perlu Mengunjungi Psikiater

Seorang psikiater dapat memberikan resep obat kepada pasien, tergantung pada tingkat keparahan gejala dan kebutuhan pasien tersebut. Dalam konteks ini, seorang konsultan psikiater bernama Ahmed Hankir mengungkapkan bahwa ada tiga gejala depresi yang perlu diperhatikan untuk menentukan apakah seseorang memerlukan pengobatan yang tepat.

1. Penurunan Energi dan Motivasi

Ahmed menjelaskan, "Depresi dapat menguras seluruh energi dari tubuh Anda." Kelelahan yang dialami tidak hanya bersifat fisik akibat aktivitas sehari-hari, tetapi juga mencakup kelelahan emosional dan mental. Seseorang yang mengalami depresi sering kali merasa tidak memiliki motivasi untuk bangun dari tempat tidur dan dapat menghabiskan waktu berjam-jam tanpa melakukan apapun.

2. Kehilangan Minat dan Kesenangan

Menurut Ahmed, individu dengan depresi sering kali kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati, termasuk hobi. Fenomena ini dikenal sebagai anhedonia. "Anda mungkin pernah mendengar istilah hedonisme, yang berarti pencarian kesenangan. Anhedonia adalah ketiadaan kesenangan sama sekali, termasuk dalam hal makanan favorit atau keintiman dengan pasangan," jelasnya.

3. Kesulitan dalam Berkonsentrasi

Depresi juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi. Mereka yang mengalami depresi mungkin terlihat linglung atau melamun. "Mereka dapat kesulitan mengikuti percakapan karena terjebak dalam pikiran yang berkaitan dengan depresi," ungkap Ahmed. Masalah konsentrasi ini bisa sangat parah, sehingga tampak seperti gejala demensia, meskipun sebenarnya tidak demikian. "Istilah untuk ini adalah pseudo-demensia," tambahnya. Biasanya, pengobatan antidepresan dapat membantu mengatasi depresi, dan masalah konsentrasi tersebut akan membaik.

Meskipun ketiga gejala tersebut dapat menunjukkan adanya depresi, tidak semua orang yang mengalami gejala ini pasti menderita depresi. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan psikiater jika Anda mengalami tanda-tanda tersebut. Memperhatikan kesehatan mental sejak dini sangatlah penting.