BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Berita Terkini Sabtu, 25 Jul 2026 07:22 WIB

Tanggapan Ganjar Terhadap Pernyataan Prabowo Mengenai Koalisi dan PDIP

25 Jul 2026, 07:22 WIB 65x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
R
Rizky Ananta 65x dibaca · 3 menit baca
Foto: Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo (Nathea Citra/detikBali)
Foto: Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo (Nathea Citra/detikBali)

Ganjar Pranowo, yang menjabat sebagai Ketua DPP PDIP, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait koalisi politik dan keyakinannya bahwa PDIP memiliki hati yang sama dengan pemerintah. Ganjar menegaskan bahwa meskipun ada cita-cita yang sejalan, hal itu tidak berarti semua partai harus bersatu dalam satu koalisi. "Kami sependapat bahwa seluruh kekuatan politik memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga bangsa dan menjalankan amanat UUD 1945 dan menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai sumpah jabatan. Dalam pengertian itulah, tentu semangat kebangsaan kita sama. Namun, kesamaan cita-cita tidak berarti semua partai harus berada dalam satu barisan pemerintahan," ujarnya kepada wartawan pada Jumat, 24 Juli 2026.

Demokrasi dan Peran PDIP

Ganjar kemudian menjelaskan tentang pentingnya sistem demokrasi, di mana peran pemerintah dan partai di luar koalisi pemerintah harus saling mengawasi. "Justru dalam sistem demokrasi, pembagian peran antara pemerintah dan kekuatan penyeimbang merupakan mekanisme yang sehat agar checks and balances berjalan dan kekuasaan tidak kehilangan kontrol, sehingga tidak menuju pada kekuasaan mutlak," tambahnya. Ia menegaskan bahwa PDIP tidak termasuk dalam koalisi pemerintah Prabowo-Gibran, namun tetap menghormati Prabowo sebagai kepala pemerintahan.

Ia juga menekankan bahwa PDIP akan terus menjalankan fungsi kontrol untuk memastikan kebijakan pemerintah berpihak kepada rakyat. "Kritik yang kami sampaikan bukan untuk menjatuhkan pemerintah, melainkan untuk menjaga agar kebijakan tetap berada dalam koridor konstitusi dan berpihak kepada rakyat. Soal dinamika politik ke depan, biarlah waktu yang menjawab," ungkapnya. "Yang pasti, sikap politik PDI Perjuangan tidak ditentukan oleh rayuan kekuasaan atau jabatan, melainkan oleh kepentingan rakyat dan komitmen menjaga demokrasi," lanjutnya.

Kritik dan Masukan dari PDIP

Dalam kesempatan terpisah, Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP, menambahkan bahwa pernyataan Prabowo mengenai kesamaan pandangan antara PDIP dan pemerintah adalah benar. Ia menyebutkan bahwa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, juga memiliki visi yang sama dengan Prabowo dalam pemberantasan gizi buruk. "Misalnya, sejak lama PDI Perjuangan dan Ibu Megawati selalu bersuara dan memperjuangkan pemberantasan gizi buruk (stunting) pada anak dan ibu hamil. PDI Perjuangan juga sangat peduli dengan isu pendidikan, ekonomi kerakyatan, penanggulangan kemiskinan, pembangunan pedesaan, kedaulatan pangan, dan pemberdayaan nelayan/pesisir," jelasnya.

Walaupun memiliki visi yang serupa, Deddy menegaskan bahwa PDIP tetap berada di luar koalisi pemerintah. Ia menyatakan bahwa PDIP akan memberikan masukan agar program pemerintah dapat tepat sasaran. "Oleh karena isu-isu itu semua sangat vital, PDI Perjuangan merasa perlu untuk terus memberikan saran dan pikiran untuk memastikan berbagai program yang ada bisa berjalan dengan baik, efisien dan efektif. Dan posisi terbaik dalam mendukung berbagai program tersebut hanya akan efektif jika PDI Perjuangan berdiri di luar pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang," ujarnya.

Deddy juga menegaskan bahwa PDIP tidak dapat memberikan masukan kritis terhadap kebijakan pemerintah jika terlibat dalam kabinet, meskipun mereka tidak akan bersikap sepenuhnya berseberangan. "Bagi kami dalam situasi seperti ini menjadi kekuatan penyeimbang adalah posisi yang merupakan sebuah tanggung jawab sejarah. Terhadap semua kebijakan dan program yang baik kami akan selalu bersama Pemerintah. Tetapi terhadap hal-hal yang berbeda kami akan selalu mengingatkan dan menyampaikan kritik," imbuhnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto sempat berbicara mengenai kondisi koalisi politik di era pemerintahannya, termasuk sikap PDIP. Ia menyatakan bahwa PDIP sebenarnya memiliki hati yang sama dengannya. "Jadi saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, nggak masalah. Nanti juga bergabung lagi," kata Prabowo dalam pidatonya pada acara Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, pada Kamis, 23 Juli 2026. "PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita, benar, coba cek, digali hatinya. Sebetulnya sama," tambahnya.