Di tengah persaingan yang semakin ketat di dunia digital, memiliki produk berkualitas saja tidak cukup untuk memastikan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku usaha perlu mengembangkan merek, meningkatkan visibilitas produk, serta memanfaatkan berbagai saluran digital untuk menjangkau konsumen.
Pentingnya Membangun Merek
Stephanie Susilo, Direktur Eksekutif Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, menyatakan bahwa kemampuan untuk membangun merek dan menjangkau pasar secara berkelanjutan adalah hal yang sangat penting bagi UMKM. Ia menekankan, "Kami percaya setiap UMKM Indonesia memiliki potensi untuk terus berkembang apabila didukung oleh kapabilitas yang tepat, peluang untuk lebih mudah ditemukan oleh konsumen, serta ekosistem yang kuat."
Stephanie juga menyoroti bahwa brand awareness merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh banyak pelaku usaha. Produk berkualitas harus didukung dengan strategi untuk meningkatkan visibilitas, seperti melalui konten, live shopping, kreator, dan afiliator.
Kolaborasi dengan Kreator
Satrio Arief, Group Brand Manager Facetology, mengungkapkan bahwa membangun merek lokal memerlukan kepercayaan dari konsumen serta upaya untuk memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih luas. Ia menilai kolaborasi dengan kreator dapat membantu merek menjangkau segmen konsumen yang lebih beragam, dengan catatan kerja sama tersebut harus disesuaikan dengan karakter audiens masing-masing kreator. "Peran kreator itu sangat penting karena untuk mengenalkan sesuatu kita tidak bisa bergerak sendirian. Saat kita bergerak bersama-sama itu bisa mempercepat jalan untuk mengenalkan ke orang yang lebih banyak," jelasnya.
Selain itu, Satrio menambahkan bahwa konten dan live streaming tidak hanya digunakan untuk berjualan, tetapi juga untuk menjelaskan produk dan membangun interaksi dengan konsumen.
Lisa Amalia, pemilik Apelicious, berbagi pengalaman serupa. Meskipun produk camilan sehatnya telah ada sejak 2018, ia merasa perlu waktu untuk memperkenalkan produk tersebut kepada pasar yang lebih luas. Setelah bergabung dengan Tokopedia dan TikTok Shop pada 2021, produk yang awalnya berupa keripik apel berkembang menjadi berbagai olahan buah dan sayur. "Awalnya ada sebuah ketidakpercayaan diri sebenarnya untuk mengenalkan produk ini ke audiens yang lebih luas. Setelah bergabung, kami tidak menyangka sekitar satu bulan produk menjadi trending," ungkapnya.
Lisa menekankan bahwa konten merupakan salah satu cara utama untuk membangun kesadaran konsumen, dengan sekitar 40 persen penjualan Apelicious berasal dari video, sementara live streaming juga memberikan kontribusi yang signifikan. Namun, ia mengingatkan bahwa pelaku usaha perlu memiliki pembeda dan nilai yang kuat agar tidak terjebak dalam perang harga dengan produk nonlokal. "Lebih mengedepankan komunitas. Orang sudah percaya maka akan sharing-sharing, membangun kepercayaan, terus membangun awareness," tambahnya.
Dukungan dari Pemerintah
Dari sisi pemerintah, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menilai bahwa dukungan terhadap UMKM tidak hanya sebatas membuka akses pasar. Pelaku usaha memerlukan pendampingan, peningkatan kapasitas, legalitas, serta jejaring agar dapat meningkatkan skala bisnis. Dengan demikian, tantangan yang dihadapi UMKM di era digital tidak hanya terkait dengan keberadaan di platform daring, tetapi juga mencakup pemahaman tentang cara membangun merek, membaca perilaku konsumen, memanfaatkan konten dan kreator, serta memperkuat fondasi bisnis untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.