Jakarta, CNN Indonesia -- Berbagai metode untuk menurunkan berat badan semakin banyak bermunculan, mulai dari diet ketat dan olahraga hingga terapi obat. Namun, efektivitas terapi berdasarkan data ilmiah tetap menjadi hal penting untuk mendapatkan kepercayaan dari tenaga kesehatan, regulator, dan penyedia layanan kesehatan, terutama dalam menangani pasien obesitas.
Baru-baru ini, Novo Nordisk merilis analisis terbaru mengenai Wegovy dengan dosis 7,2 miligram. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa beberapa pasien dapat menurunkan berat badan rata-rata hingga 27,7 persen setelah menjalani terapi selama 72 minggu.
Hasil Penelitian yang Menjanjikan
Menurut CNBC International, hasil analisis ini dipresentasikan dalam European Congress on Obesity (ECO) 2026, sekitar sebulan setelah Wegovy dosis 7,2 miligram mulai dipasarkan di Amerika Serikat. Publikasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat bukti ilmiah terkait terapi obesitas yang mereka kembangkan.
Analisis terbaru menunjukkan bahwa hasil paling signifikan terdapat pada kelompok pasien yang disebut sebagai early responders, yaitu mereka yang berhasil menurunkan setidaknya 15 persen berat badan dalam 24 minggu pertama pengobatan. Pada kelompok ini, rata-rata penurunan berat badan mencapai 27,7 persen setelah 72 minggu terapi. Sementara itu, jika dilihat dari keseluruhan peserta penelitian yang menggunakan Wegovy dosis 7,2 miligram, rata-rata penurunan berat badan tercatat hampir 21 persen, angka yang lebih tinggi dibandingkan studi sebelumnya yang menunjukkan penurunan berat badan lebih dari 17 persen dengan dosis 2,4 miligram dalam periode yang sama.
Variasi Respons Terhadap Terapi
Walaupun menunjukkan hasil yang menggembirakan, Novo Nordisk menekankan bahwa efektivitas terapi obesitas dapat bervariasi antar individu. Dalam penelitian tersebut, sekitar satu dari empat pasien yang menerima Wegovy dosis 7,2 miligram termasuk dalam kategori early responders. Sementara itu, pasien yang tidak termasuk dalam kategori tersebut tetap mengalami penurunan berat badan rata-rata sebesar 15,4 persen.
Dror Dicker, Associate Clinical Professor of Internal Medicine di Faculty of Medicine and Health Sciences, Tel Aviv University, Israel, menyatakan bahwa kelompok pasien yang tidak cepat merespons juga mendapatkan penurunan berat badan yang signifikan dan bermakna secara klinis. Ini menunjukkan bahwa manfaat terapi tidak hanya dirasakan oleh mereka yang mengalami respons cepat, tetapi juga oleh pasien yang mengalami penurunan berat badan secara bertahap.
Meskipun analisis ini menunjukkan prospek yang positif, masih banyak pertanyaan yang perlu dijawab melalui penelitian lebih lanjut. CNBC International melaporkan bahwa saat ini belum ada data yang memungkinkan perbandingan langsung antara kelompok early responders pada Wegovy dengan terapi lain dalam kategori yang sama. Selain itu, belum ada metode yang dapat mengidentifikasi pasien mana yang akan memberikan respons terapi lebih cepat.
Beberapa analis juga berpendapat bahwa masih terlalu awal untuk menyimpulkan apakah kehadiran Wegovy dosis 7,2 miligram akan secara signifikan mengubah peta persaingan pasar obat obesitas.