Jakarta, CNN Indonesia -- Tidur yang terlihat pasif sebenarnya merupakan proses fisik yang sangat kompleks. Banyak orang berusaha memenuhi kebutuhan tidur yang disarankan, yaitu antara 7 hingga 8 jam setiap malam. Namun, para ahli mengingatkan agar tidak terlalu memaksakan diri untuk mencapai target tersebut.
Selama tidur, tubuh menjalani berbagai proses biologis yang penting. Proses ini meliputi pemulihan otot, penurunan tekanan darah, serta pembersihan sisa-sisa metabolisme yang berbahaya. Oleh karena itu, tidur yang kurang berkualitas atau tidak mencukupi dapat menjadi hal yang mengkhawatirkan.
Dengan memanfaatkan teknologi seperti jam tangan pintar, banyak orang mulai memantau pola tidur mereka dan berusaha memperbaikinya demi mencapai kualitas tidur yang ideal. Namun, baik kurang tidur maupun tidur berlebihan sama-sama tidak disarankan karena keduanya dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan.
Ukuran Jam Tidur yang Ideal
Namun, ukuran jam tidur yang dianggap ideal tidak bisa diterapkan secara universal. Michael Perlis, Direktur Pengobatan Perilaku Tidur di Universitas Pennsylvania, menyatakan bahwa meskipun rekomendasi tidur 7-8 jam efektif untuk banyak orang, "itu tidak berlaku untuk semua." Hal ini disebabkan karena tidak mempertimbangkan berbagai faktor seperti jenis kelamin, usia, durasi bangun, serta tingkat aktivitas mental dan fisik sehari-hari.
Pentingnya Kualitas dan Rutinitas Tidur
Lebih dari sekadar durasi, kualitas dan keteraturan dalam rutinitas tidur jauh lebih krusial. Tidur selama 6,5 jam dapat memberikan manfaat yang baik jika dilakukan secara konsisten setiap malam dan pada waktu yang sama. Kebiasaan ini bisa lebih menguntungkan dibandingkan tidur selama 8 jam yang terputus-putus, penuh kecemasan, dan dengan waktu yang tidak teratur setiap malam.