BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:09 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Sabtu, 11 Jul 2026 21:17 WIB

Tips Menjaga Kesehatan di Puncak Musim Kemarau

11 Jul 2026, 21:17 WIB 102x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
B
Bagas Prakoso 102x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Berikut langkah menjaga kesehatan selama puncak musim kemarau agar tubuh tetap fit di tengah suhu yang semakin tinggi. (iStock/Pheelings Media)
Ilustrasi. Berikut langkah menjaga kesehatan selama puncak musim kemarau agar tubuh tetap fit di tengah suhu yang semakin tinggi. (iStock/Pheelings Media)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi secara bertahap mulai Juli hingga September 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa puncak kemarau pada bulan Juli diperkirakan akan meliputi 83 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 12,26 persen dari wilayah daratan Indonesia.

Selanjutnya, pada bulan Agustus, kondisi ini akan meluas menjadi 369 ZOM, yang mencakup sekitar 48,84 persen wilayah daratan, sebelum kembali menurun pada bulan September menjadi 169 ZOM atau sekitar 25,41 persen. Dalam situasi ini, BMKG menyarankan para petani untuk menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan. "Para petani juga bisa menyesuaikan dengan menanam tanaman hortikultura yang juga cocok pada saat periode kering ini," ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena.

Risiko Kesehatan di Musim Kemarau

Dengan cuaca yang semakin kering, risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan juga meningkat. Oleh karena itu, BMKG dan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan disesuaikan dengan kondisi atmosfer. Operasi ini dilakukan ketika terdapat potensi cuaca yang mendukung dan dapat berlangsung dalam waktu singkat.

Cuaca panas yang berkepanjangan dapat berdampak pada kesehatan, mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). "Pemerintah daerah juga diharapkan memiliki mekanisme respons cepat untuk antisipasi memburuknya kualitas udara yang berpotensi memicu ISPA," tambah Ardhasena. Oleh karena itu, menjaga kesehatan tubuh selama musim kemarau menjadi sangat penting.

Cara Menjaga Kesehatan Selama Puncak Musim Kemarau

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk menjaga kesehatan selama puncak musim kemarau, sehingga tubuh tetap bugar di tengah suhu yang meningkat:

1. Minum air secara berkala, jangan menunggu haus. Rasa haus adalah tanda bahwa tubuh mulai kekurangan cairan. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi air putih secara teratur sepanjang hari, meskipun belum merasa haus.

2. Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air. Selain air putih, kebutuhan cairan juga dapat dipenuhi melalui makanan. Buah dan sayuran seperti semangka, melon, mentimun, dan tomat memiliki kadar air yang tinggi dan dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

3. Tidak semua orang memerlukan minuman elektrolit. Banyak yang beranggapan bahwa minuman elektrolit wajib dikonsumsi saat cuaca panas. Namun, untuk aktivitas sehari-hari, air putih sudah cukup. Minuman elektrolit lebih diperlukan jika seseorang berkeringat berlebihan, melakukan aktivitas fisik berat, atau sedang sakit.

4. Kenakan pakaian yang longgar. Pakaian yang terlalu ketat dapat menyulitkan tubuh untuk melepaskan panas. Sebaiknya, pilih pakaian yang longgar dan dapat menyerap keringat agar sirkulasi udara lebih baik.

5. Kurangi aktivitas fisik saat matahari sedang terik. Suhu udara biasanya mencapai puncaknya pada siang hingga sore hari. Oleh karena itu, hindari aktivitas fisik berat pada jam-jam tersebut jika tidak benar-benar diperlukan.

6. Jangan abaikan rasa pusing dan lemas. Gejala seperti pusing, tubuh terasa lemah, atau sakit kepala saat cuaca panas bisa menjadi tanda awal kelelahan akibat panas atau dehidrasi. Jika gejala tersebut muncul, segera hentikan aktivitas dan cari tempat yang lebih sejuk.

7. Cari pertolongan medis jika gejala memburuk. Jika mengalami kebingungan, muntah terus-menerus, penurunan kesadaran, atau tubuh terasa sangat panas, segera cari bantuan medis. Gejala ini bisa menjadi tanda kondisi darurat akibat paparan panas yang memerlukan penanganan segera.

BMKG juga mengajak masyarakat untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dengan menerapkan penghematan air dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan air untuk mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya diharapkan dilakukan secara bijak, serta memastikan keran air ditutup rapat setelah digunakan untuk menghindari pemborosan.