BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 02:40 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Senin, 29 Jun 2026 14:14 WIB

Tragedi Kematian Dokter Icha: Memahami Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik

29 Jun 2026, 14:14 WIB 39x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
G
Galih Lingga Pradipta 39x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi. Keluarga menyebut dokter Icha sempat cek kesehatan mental. Hasilnya ia mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik. (Lifia Mawaddah Putri)
Ilustrasi. Keluarga menyebut dokter Icha sempat cek kesehatan mental. Hasilnya ia mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik. (Lifia Mawaddah Putri)

Jakarta, CNN Indonesia -- Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, lebih dikenal sebagai dokter Icha, meninggal dunia pada hari Jumat, 26 Juni, setelah melakukan bunuh diri. Keluarga menyatakan bahwa sebelum kejadian tragis tersebut, Icha telah menjalani pemeriksaan kesehatan mental. Hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa ia mengalami depresi berat tanpa adanya gejala psikotik.

Pemeriksaan Kesehatan Mental dan Diagnosis

Fabianus Banase, yang merupakan juru bicara keluarga Icha, mengungkapkan bahwa Icha melakukan pemeriksaan kesehatan mental setelah mengalami intimidasi dari anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU). "Dari hasil pemeriksaan kesehatan jiwa, almarhum ini mengalami guncangan hebat sehingga melakukan percobaan bunuh diri," ungkap Fabianus.

Definisi Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik

Depresi berat, atau yang dikenal sebagai gangguan depresi mayor, adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan sedih, putus asa, atau hampa yang berlangsung setidaknya selama dua minggu. Kondisi ini juga dapat menyebabkan seseorang kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, gejala depresi berat dapat bervariasi dari yang ringan hingga berat, dan dapat berlangsung dari beberapa hari hingga dua minggu.

Gejala utama dari depresi berat meliputi penurunan suasana hati dan kehilangan minat dalam sebagian besar aktivitas. Selain itu, gejala lainnya dapat mencakup perubahan nafsu makan, kelelahan, perasaan tidak berharga, gelisah, masalah tidur, kesulitan berkonsentrasi, serta pikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri. Dalam konteks depresi berat, terdapat kategori depresi berat tanpa gejala psikotik, yang berarti pasien tidak mengalami halusinasi atau delusi yang sering kali menyertai bentuk depresi lainnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Character: Jurnal Penelitian Psikologi mencatat bahwa selain gejala utama, terdapat gejala tambahan dari depresi berat tanpa gejala psikotik. Gejala tersebut mencakup berkurangnya konsentrasi dan perhatian, penurunan harga diri, perasaan bersalah, pandangan pesimis tentang masa depan, serta gangguan tidur dan nafsu makan.

Kasus kematian dokter Icha menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dukungan bagi mereka yang mengalami depresi.