BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:40 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Rabu, 24 Jun 2026 13:48 WIB

Transformasi Bisnis Bukalapak: Pendapatan Melonjak 63 Persen di Kuartal I 2026

24 Jun 2026, 13:48 WIB 22x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
T
Taufik Pranata 22x dibaca · 2 menit baca
Foto: Antara/Aprillio Akbar
Foto: Antara/Aprillio Akbar

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sedang mempercepat transformasi dalam bisnisnya dengan memusatkan perhatian pada empat segmen utama yaitu Mitra Bukalapak, Gaming, Investasi, dan Ritel. Langkah ini diambil untuk memperkuat dasar perusahaan serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di tengah ketatnya persaingan di industri digital.

Sejak awal tahun 2025, Bukalapak telah menghentikan penjualan produk fisik melalui aplikasi dan situs webnya. Perusahaan kini mengarahkan strategi bisnisnya kepada segmen-segmen yang dianggap memiliki prospek profitabilitas yang lebih baik dan dapat memberikan kontribusi positif bagi ekonomi digital nasional.

Fokus pada Pertumbuhan dan Profitabilitas

Corporate Secretary Bukalapak, Cut Fika Lutfi, menyatakan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk menjaga relevansi bisnis dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian di tengah perubahan perilaku pasar. “Transformasi ini mencerminkan upaya manajemen untuk memastikan setiap segmen bisnis tetap relevan dengan dinamika pasar yang terus berkembang, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih kuat,” ungkap Cut Fika dalam keterangan resminya.

Strategi yang diterapkan mulai terlihat dalam kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang tahun 2025, Bukalapak mencatat pendapatan sebesar Rp 6,5 triliun, meningkat sekitar 46 persen dibandingkan dengan Rp 4,5 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut berlanjut pada kuartal pertama tahun 2026, di mana pendapatan perusahaan naik 63 persen secara tahunan dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 2,4 triliun.

Pencapaian Keuangan yang Signifikan

Selain pertumbuhan pendapatan, Bukalapak juga berhasil mencatat Adjusted EBITDA positif sebesar Rp 4 miliar pada kuartal I 2026, berbeda dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan Adjusted EBITDA negatif sebesar Rp 20 miliar. Peningkatan kinerja ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat dan optimalisasi operasional yang terus dilakukan.

Dalam pengembangan bisnis, Bukalapak menempatkan Mitra Bukalapak sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan model online-to-offline (O2O), perusahaan berupaya memberdayakan UMKM, warung tradisional, dan agen perorangan melalui solusi business-to-business-to-consumer (B2B2C).