BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:11 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Rabu, 12 Agt 2026 09:29 WIB

Transformasi Kebutuhan Industri, Mahasiswa Desain Produk Didorong untuk Beradaptasi

12 Agt 2026, 09:29 WIB 45x dibaca 3 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
B
Bagas Prakoso 45x dibaca · 3 menit baca
Foto: UMB
Foto: UMB

Perubahan dalam teknologi, permintaan pasar, serta tuntutan dari industri kreatif telah mengubah paradigma desain produk, yang kini tidak hanya berfokus pada aspek estetika. Para desainer diharapkan dapat memahami kebutuhan pengguna, mengembangkan solusi yang berbasis riset, serta menciptakan produk yang memberikan nilai tambah dan memiliki peluang untuk memasuki pasar.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, perguruan tinggi berupaya memperkuat pembelajaran desain produk agar lebih relevan dengan tantangan industri. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui pameran Innovartion #7 dan Panen Karya 4 yang diselenggarakan oleh Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana di Indonesia Design Development Center (IDDC), Jakarta, pada 3-6 Agustus 2026.

Pameran Menjadi Ajang Kreativitas Mahasiswa

Pameran ini menampilkan berbagai karya mahasiswa yang dikembangkan dengan pendekatan yang mencakup fungsi, estetika, teknologi, ergonomi, keberlanjutan, serta potensi budaya lokal. Produk yang dipamerkan meliputi furnitur, barang-barang gaya hidup, fashion dan aksesori, kemasan, permainan edukatif, serta berbagai produk yang mengedepankan desain berpusat pada pengguna.

Junaidi Salam, Ketua Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana, menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki keterampilan untuk mengembangkan ide dan memahami kebutuhan industri serta perubahan teknologi. "Pameran ini bukan sekadar menampilkan hasil akhir perkuliahan, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengomunikasikan ide, menguji gagasan, menerima apresiasi dan masukan dari masyarakat maupun praktisi, serta membangun kepercayaan diri sebagai calon desainer profesional," ujarnya.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Daya Saing

Menurut Junaidi, penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada kemampuan menciptakan karya, tetapi juga untuk mengembangkan desain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dunia profesional. Pameran ini juga menjadi platform untuk menghubungkan gagasan mahasiswa dengan masukan dari praktisi serta pelaku industri.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan, Ari Satria, menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri sangat penting untuk membangun ekosistem desain yang dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia. Keterhubungan dengan industri juga terlihat dari berbagai kegiatan yang menyertai pameran, seperti Talkshow Bedah Desain dan Packaging Design Clinic yang membahas standar kemasan produk UMKM yang berorientasi ekspor.

Dekan Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana, Agus Budi Setyawan, menambahkan bahwa pameran ini merupakan bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh dari asosiasi dan perguruan tinggi, yang menunjukkan dukungan terhadap pengembangan desain produk.

Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran dan Ristek Universitas Mercu Buana, Erna Setiany, serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Irmulansati Tomohardjo, menekankan pentingnya kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan lulusan yang adaptif dan kompetitif di tingkat global. Dengan adanya pameran Innovartion #7 dan Panen Karya 4, kampus berupaya untuk menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan industri, sekaligus memberikan mahasiswa kesempatan untuk menguji gagasan dan memahami bagaimana konsep desain dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar.