BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:41 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Senin, 22 Jun 2026 16:18 WIB

Transformasi Keuangan Digital: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Inklusif

22 Jun 2026, 16:18 WIB 19x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
R
Reyhan Arifin 19x dibaca · 2 menit baca
Foto: Dok Republika
Foto: Dok Republika

Sektor jasa keuangan di Indonesia kini memasuki fase baru yang berpotensi meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penerapan konsep universal banking yang diperkenalkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dianggap mampu membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi, memperluas layanan, serta memperkuat daya saing industri keuangan dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sektor riil.

Di tengah potensi tersebut, penerapan konsep universal banking juga memerlukan penguatan dalam tata kelola, manajemen risiko, kapasitas teknologi, ketahanan siber, serta perlindungan data dan konsumen, terutama dalam ekosistem fintech dan layanan keuangan digital.

Perubahan Arah Industri Jasa Keuangan

Konsep universal banking menandakan pergeseran dalam industri jasa keuangan dari fase ekspansi ke konsolidasi, dari pertumbuhan menuju keberlanjutan, serta dari fragmentasi menuju integrasi. Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perbankan dan penyelenggara layanan keuangan digital dalam mendukung pembiayaan ekonomi nasional.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat posisi sektor keuangan digital di tingkat regional dan global. "Dalam konteks global dan regional, posisi Indonesia semakin strategis. Industri keuangan, khususnya ekosistem layanan keuangan digital, memiliki peluang yang riil untuk menjadi rule-shaper, tidak hanya sebagai pasar," ungkapnya.

Forum untuk Mendorong Kolaborasi

Sejalan dengan perkembangan tersebut, AFTECH berencana menyelenggarakan Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026. Mengusung tema "Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy," forum ini akan mengumpulkan lebih dari 300 pemimpin dari industri perbankan, fintech, sektor riil, akademisi, regulator, pemerintah, serta mitra internasional. Tujuan dari forum ini adalah untuk memberikan kontribusi terhadap arah kebijakan sektor jasa keuangan di masa depan serta memperkuat kolaborasi antar pelaku industri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Dinamika dalam sektor jasa keuangan dan pengenalan konsep universal banking mendorong AFTECH menjadikannya tema utama dalam IDBS tahun ini. Kami melihat ke depan arsitektur sektor jasa keuangan akan mengalami transformasi, khususnya menjadi lebih fokus pada consumer journey, termasuk terlibat lebih aktif dalam mendorong terciptanya kesejahteraan finansial masyarakat dan semakin optimal dalam menjalankan layanan yang mendukung produktivitas sektor-sektor riil prioritas,” tambah Pandu.