PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) saat ini sedang melaksanakan program beautifikasi dan revitalisasi terminal penumpang. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan standar pelayanan serta kenyamanan bagi para pengguna jasa bandara. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat identitas Sumatra Barat sebagai gerbang utama bagi wisatawan yang datang ke daerah tersebut.
Program beautifikasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pembaruan estetika interior, penataan area komersial, hingga peningkatan fasilitas di dalam terminal. General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang terbaik bagi setiap penumpang, termasuk bagi para wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang. “Program beautifikasi ini merupakan komitmen kami untuk memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi setiap penumpang pesawat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang. Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya menjadi tempat naik dan turun pesawat, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat,” ungkap Dony.
Empat Fokus Utama Program Beautifikasi
Dony menjelaskan bahwa program beautifikasi ini memiliki empat fokus utama. Pertama, menghadirkan sentuhan budaya Minangkabau yang modern melalui transformasi visual interior dengan perpaduan arsitektur modern dan motif tradisional Minangkabau, seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rabuang. Kedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan melalui peremajaan area tunggu (boarding lounge), optimalisasi suasana terminal (ambience), serta peningkatan fasilitas toilet agar memenuhi standar global dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Peningkatan Alur Penumpang dan Ruang Hijau
Fokus ketiga adalah penataan alur penumpang (flow management) dengan menata ulang tata letak area check-in dan area komersial, guna menciptakan pergerakan penumpang yang lebih lancar, luas, dan minim hambatan (seamless). Terakhir, penyediaan area hijau di dalam terminal (indoor greenery) dengan menambahkan elemen lanskap di titik-titik strategis, sehingga menciptakan suasana yang lebih asri, sejuk, dan menenangkan bagi penumpang.