BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 14:05 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Jumat, 15 Mei 2026 21:55 WIB

Transformasi Wisata Personal Mendorong Peluang Ekonomi Baru di Sektor Pariwisata Digital

15 Mei 2026, 21:55 WIB 11x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
S
Sabrina Aulia Rahma 11x dibaca · 2 menit baca
Transformasi Wisata Personal Mendorong Peluang Ekonomi Baru di Sektor Pariwisata Digital
Foto: Dok Republika

Xiaohongshu Business mengadakan acara "Xiaohongshu Business x Singapore Outbound Tourism Forum 2026" di Singapura, bekerja sama dengan Singapore Tourism Board. Forum ini mengumpulkan para pelaku industri budaya, pariwisata, dan pemasaran digital dari seluruh dunia untuk mendiskusikan perubahan tren dalam wisata luar negeri yang kini semakin dipengaruhi oleh preferensi gaya hidup dan pengalaman personal.

Perubahan tren ini juga terlihat di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri mencapai sekitar 9,16 juta perjalanan sepanjang tahun 2025, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Singapura menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan Indonesia, dengan pangsa pasar sekitar 13,4 persen dari total perjalanan wisata luar negeri masyarakat Indonesia.

Pergeseran Pola Perjalanan Wisata

Pola perjalanan wisata saat ini menunjukkan pergeseran yang signifikan. Wisatawan tidak lagi hanya fokus pada destinasi populer, tetapi mulai mencari pengalaman yang lebih relevan dengan minat pribadi, gaya hidup, dan kebutuhan emosional mereka. Berdasarkan data Xiaohongshu untuk periode Januari hingga Desember 2025, tercatat bahwa jumlah pengguna aktif bulanan dari kalangan wisatawan luar negeri mencapai 130 juta orang, di mana lebih dari 90 persen dari mereka mencari informasi wisata melalui platform tersebut.

Tim Zhang, General Manager Commercial Cross-border & Internet Industry Group Xiaohongshu, menyatakan bahwa tren wisata dengan konsep blind box-style travel atau destinasi kejutan semakin berkembang. Hal ini didorong oleh kebutuhan akan pengalaman baru dan gaya hidup yang lebih personal. Fenomena ini juga terlihat di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda urban yang semakin mengandalkan media sosial dan konten kreator sebagai referensi utama dalam memilih destinasi wisata, kuliner, dan aktivitas lokal saat berlibur ke luar negeri.

Keunggulan Singapura dalam Tren Wisata Baru

KWONG Dodo, Regional Head Commercial Cross-border Asia & Middle East Xiaohongshu, menjelaskan bahwa Singapura memiliki berbagai keunggulan yang sesuai dengan tren wisata berbasis gaya hidup. Selain sering mengadakan ajang olahraga internasional dan konser besar, Singapura juga menawarkan gaya hidup perkotaan yang nyaman, aman, dan praktis bagi wisatawan dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Faktor kedekatan geografis, konektivitas penerbangan, serta kemudahan pembayaran digital lintas negara melalui QRIS cross-border semakin memperkuat daya tarik Singapura sebagai destinasi wisata utama.

Di sisi lain, tren wisata kesehatan premium, wisata keluarga, serta pengalaman kuliner dan gaya hidup juga terus berkembang di kalangan wisatawan Indonesia kelas menengah. Kondisi ini dianggap membuka peluang ekonomi baru bagi sektor pariwisata internasional yang berfokus pada pengalaman.