BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 01:41 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Selasa, 30 Jun 2026 20:19 WIB

Tujuh Perusahaan Logistik BUMN Resmi Bergabung dalam Satu Entitas

30 Jun 2026, 20:19 WIB 10x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
R
Reyhan Arifin 10x dibaca · 2 menit baca
Foto: M Nursyamsi/Republika
Foto: M Nursyamsi/Republika

JAKARTA — Tujuh anak usaha BUMN yang beroperasi di sektor logistik telah resmi bergabung menjadi satu entitas melalui penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan akta penggabungan yang berlangsung di Pos Bloc, Jakarta, pada Selasa (30/6/2026). Langkah konsolidasi ini menjadi tahap awal dalam upaya menciptakan ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi.

Proses Penggabungan dan Entitas yang Bertahan

Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik sekaligus Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, mengungkapkan bahwa PT Multi Terminal Indonesia (MTI) telah ditetapkan sebagai perusahaan yang akan tetap bertahan setelah proses penggabungan. “Baru saja kita menyaksikan penandatanganan kesepakatan para pemegang saham dan akta penggabungan dari tujuh entitas BUMN logistik yang digabungkan menjadi satu,” kata Daud.

Daud menjelaskan bahwa konsolidasi ini merupakan hasil dari evaluasi terhadap 15 entitas BUMN logistik yang telah dipetakan oleh Danantara Indonesia. Dari hasil kajian tersebut, delapan perusahaan dinilai memiliki karakteristik usaha yang serupa, dan akhirnya diputuskan tujuh perusahaan yang akan bergabung dalam tahap pertama.

Rencana Konsolidasi Selanjutnya

Daud menambahkan bahwa proses konsolidasi dapat berlangsung dengan cepat setelah semua perusahaan berada di bawah pengelolaan Danantara Asset Management (DAM). Ia juga menyatakan bahwa konsolidasi ini belum berakhir pada tahap pertama. Danantara telah meminta tim untuk melakukan kajian terhadap dua entitas lain yang beroperasi sebagai pemilik muatan (cargo owner), yaitu dari sektor pupuk dan semen. “Setelah ini, kami sedang diminta untuk mempelajari adanya dua entitas berikutnya. Fase yang kedua nanti ini adalah fase BUMN Logistics Cargo Owner di mana cargo owner-nya adalah dua produknya, yaitu produk pupuk dan produk semen,” ungkapnya.

Perusahaan hasil penggabungan akan menjalani masa transisi selama 12 bulan. Selama periode ini, akan dilakukan evaluasi untuk menentukan valuasi perusahaan, struktur permodalan, serta komposisi kepemilikan sebelum transaksi akhir diselesaikan. Daud menyatakan bahwa penurunan biaya logistik nasional tetap menjadi tujuan dari konsolidasi ini. Namun, fokus utama dalam satu tahun pertama adalah memastikan integrasi ketujuh perusahaan berjalan lancar dari sisi operasional, ketenagakerjaan, perpajakan, hingga aspek hukum. “Memang betul tujuan akhirnya ada penurunan biaya logistik. Namun, di dalam periode awal ini sampai 12 bulan, yang penting tujuh PT berbeda ini bisa melaksanakan fungsi dengan baik di dalam satu wadah, secara legalnya, ketenagakerjaan, secara operasional, secara perpajakan, itu dulu,” tutup Daud.