BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 04:10 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Rabu, 12 Agt 2026 09:29 WIB

Tujuh Tanda Cacingan pada Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

12 Agt 2026, 09:29 WIB 46x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
R
Rizky Ananta 46x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Ada beberapa tanda cacingan pada anak. (iStock/T Turovska)
Ilustrasi. Ada beberapa tanda cacingan pada anak. (iStock/T Turovska)

Cacingan adalah infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh cacing parasit dan menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup umum di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak. Tanda-tanda cacingan sering kali diabaikan, dengan anak yang susah makan dianggap hanya sedang pilih-pilih makanan. Namun, penurunan nafsu makan bisa jadi merupakan salah satu indikasi adanya infeksi cacing.

Tanda-tanda Cacingan pada Anak

Orang tua sebaiknya mengenali berbagai tanda cacingan pada anak sebagai langkah awal untuk mendeteksi masalah kesehatan ini. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diperhatikan:

  1. Sering mengeluh sakit perut: Nyeri perut adalah gejala umum yang sering dikaitkan dengan infeksi cacing usus. Penelitian menunjukkan bahwa nyeri perut dapat menjadi indikator penting untuk mendeteksi infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH), kelompok cacing usus yang paling umum menginfeksi manusia. Jika keluhan ini muncul berulang kali tanpa penyebab yang jelas, orang tua harus lebih waspada.
  2. Nafsu makan menurun: Penurunan selera makan sering ditemukan pada anak yang terinfeksi cacing usus. Hal ini disebabkan oleh gangguan pada saluran pencernaan, yang membuat anak merasa cepat kenyang atau kehilangan selera makan.
  3. Gatal di sekitar anus, terutama malam hari: Rasa gatal di area sekitar anus adalah tanda klasik infeksi cacing kremi. Gatal biasanya lebih terasa pada malam hari ketika cacing betina keluar untuk bertelur, yang dapat membuat anak gelisah dan sulit tidur.
  4. Berat badan sulit naik: Infeksi cacing dapat mengganggu penyerapan nutrisi di usus, sehingga meskipun anak makan dengan baik, berat badannya sulit bertambah. Jika kondisi ini berlangsung lama, dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.
  5. Mudah lelah dan tampak lesu: Beberapa jenis cacing, seperti cacing tambang, dapat menyebabkan kekurangan zat besi yang berujung pada anemia. Anak yang terinfeksi mungkin menjadi lebih cepat lelah dan kurang bertenaga.
  6. Diare atau gangguan buang air besar: Meskipun diare bukan gejala utama cacingan, namun bisa muncul pada beberapa anak, terutama jika disertai dengan keluhan lain seperti sakit perut atau penurunan nafsu makan.
  7. Perut tampak buncit: Pada infeksi yang lebih parah, anak dapat mengalami gangguan gizi yang menyebabkan perut terlihat buncit. Dalam kasus yang jarang, kumpulan cacing bisa menyebabkan penyumbatan usus yang memerlukan penanganan medis.

Bagaimana Anak Bisa Terkena Cacing?

Infeksi cacing dapat terjadi melalui berbagai cara yang sering kali terkait dengan aktivitas sehari-hari, seperti:

  • Makan dengan tangan yang belum dicuci.
  • Mengonsumsi buah atau sayur yang tidak bersih.
  • Makanan atau minuman yang terkontaminasi.
  • Bermain di tanah tanpa mencuci tangan setelahnya.
  • Berjalan tanpa alas kaki, sehingga larva dapat menembus kulit.

Pemerintah telah melaksanakan program pemberian obat cacing secara massal dua kali setahun untuk anak-anak usia 1-5 tahun melalui Posyandu, dan untuk anak usia 6-12 tahun melalui sekolah dasar atau Posyandu. Obat yang digunakan umumnya adalah albendazole atau mebendazole.

Pemberian obat cacing merupakan salah satu cara efektif untuk memutus rantai penularan. Namun, orang tua juga perlu secara rutin memantau tumbuh kembang anak. Jika anak menunjukkan beberapa tanda cacingan secara bersamaan, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan untuk memastikan penyebabnya.