Olahraga

Valuasi Anthropic Melonjak, Menyaingi OpenAI di Pasar Sekunder

Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic dilaporkan mengalami lonjakan valuasi di pasar sekunder, mencapai 1 triliun dollar AS, mengungguli OpenAI yang berada di angka 880 miliar dollar AS. Meskipun dem...

A
Admin Fakta Lurus
02 May 2026 5 pembaca
Valuasi Anthropic Melonjak, Menyaingi OpenAI di Pasar Sekunder
Sumber gambar: tekno.kompas.com

KOMPAS.com - Anthropic, perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan dan pengembang Claude, dilaporkan telah melampaui OpenAI dalam hal valuasi di pasar sekunder. Nilai valuasi Anthropic bahkan disebut-sebut mencapai 1 triliun dollar AS, setara dengan sekitar Rp 16.900 triliun. Angka ini diperoleh dari aktivitas perdagangan di Forge Global, salah satu platform pasar saham privat terbesar, di mana para investor berlomba-lomba untuk berinvestasi meskipun perusahaan tersebut belum terdaftar di bursa saham.

CEO Forge Global, Kelly Rodriques, mengonfirmasi bahwa valuasi Anthropic di platform tersebut saat ini berada di kisaran 1 triliun dollar AS. Sementara itu, valuasi OpenAI tercatat sekitar 880 miliar dollar AS atau setara Rp 14.886 triliun di platform yang sama. Namun, perlu dicatat bahwa angka 1 triliun dollar AS untuk Anthropic bukanlah valuasi resmi seperti yang dihasilkan dalam putaran pendanaan. Valuasi terakhir yang dilaporkan secara formal untuk Anthropic adalah sekitar 380 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.428 triliun. Angka 1 triliun dollar AS ini pun belum tentu mencerminkan nilai yang sebenarnya jika perusahaan memutuskan untuk go public.

Permintaan Tinggi di Pasar Sekunder

Beberapa laporan menunjukkan bahwa saat perusahaan AI yang didirikan oleh Dario Amodei dan Daniela Amodei ini melakukan penawaran umum perdana (IPO), valuasinya kemungkinan akan berada di kisaran 400 miliar hingga 500 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 6.766 triliun hingga Rp 8.458 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa angka triliunan dollar AS di pasar sekunder lebih mencerminkan euforia dan tingginya permintaan investor terhadap sektor AI saat ini, bukan nilai riil yang sudah pasti.

Valuasi yang melonjak untuk Anthropic ini dapat dipahami melalui definisi sederhana dari valuasi itu sendiri, yang merupakan perkiraan nilai sebuah perusahaan. Angka ini biasanya ditentukan saat perusahaan mencari pendanaan dari investor, mencerminkan seberapa besar perusahaan tersebut dihargai berdasarkan bisnis, teknologi, dan potensi pertumbuhannya. Mekanisme pasar sekunder, di mana saham yang sudah dimiliki investor sebelumnya dijual, berperan besar dalam penentuan valuasi ini.

Spekulasi dan Minat Investor

Di pasar sekunder, transaksi tidak dilakukan di bursa publik, melainkan antara pemegang saham lama dan investor baru secara terbatas, sehingga jumlah saham yang tersedia sangat terbatas. Kondisi ini dapat menyebabkan harga saham perusahaan melonjak tajam ketika permintaan tinggi. Dengan kata lain, valuasi di pasar sekunder lebih mencerminkan "berapa mahal orang mau membeli", bukan nilai fundamental perusahaan secara keseluruhan.

Fenomena ini sangat terlihat pada Anthropic yang ditaksir senilai 1 triliun dollar AS. Terdapat klaim bahwa sebuah dana pertumbuhan besar siap membeli saham di valuasi 1,05 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 17.762 triliun. Dalam sebuah unggahan di LinkedIn, seorang investor bahkan menawarkan properti seluas 14 hektar untuk ditukar dengan saham Anthropic, dengan valuasi lebih dari 800 miliar dollar AS, jauh di atas valuasi resmi perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap saham perusahaan AI saat ini sangat tinggi dan cenderung spekulatif.

Minat investor terhadap Anthropic meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir, terutama berkat pertumbuhan produk AI mereka seperti Claude, serta peningkatan penggunaan di sektor enterprise. Pendapatan perusahaan juga dilaporkan melonjak tajam dalam waktu singkat, yang semakin memperkuat keyakinan investor bahwa Anthropic masih memiliki ruang tumbuh yang besar. Di sisi lain, kondisi OpenAI di pasar sekunder terlihat lebih stabil, dengan valuasi yang tidak jauh berbeda dari angka resmi terakhir, sehingga ruang spekulasi dinilai lebih kecil dibandingkan dengan Anthropic.

Artikel Terkait