BREAKING Selasa, 16 Jun 2026 16:11 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Selasa, 16 Jun 2026 13:20 WIB

Waspadai Defisiensi Vitamin K yang Dapat Mengancam Nyawa Bayi

16 Jun 2026, 13:20 WIB 3x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
S
Sabrina Aulia Rahma 3x dibaca · 3 menit baca
Waspadai Defisiensi Vitamin K yang Dapat Mengancam Nyawa Bayi
Ilustrasi. Hati-hati, defisiensi vitamin K pada bayi bisa berakibat fatal. Paling parah, kematian akibat perdarahan. (iStockphoto)

Di beberapa negara bagian Amerika Serikat, terdapat peningkatan kasus kematian bayi yang terjadi secara mendadak. Penyelidikan menunjukkan bahwa kematian ini disebabkan oleh defisiensi vitamin K. Kasus-kasus ini menjadi peringatan bagi para orang tua mengenai potensi bahaya yang ditimbulkan oleh kekurangan vitamin K, yang meskipun tampak sepele, dapat berakibat fatal jika tidak diantisipasi sejak awal kehidupan bayi.

Kematian Bayi yang Meningkat Akibat Ketidakpedulian Orang Tua

Sumber dari CNN Health melaporkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, terdapat sejumlah laporan medis di AS yang mengaitkan kematian bayi dengan defisiensi vitamin K. Beberapa bayi mengalami kejang mendadak, berhenti bernapas dalam waktu singkat, muntah, menjadi lemas, dan mengalami perdarahan di area pusar. Hasil autopsi menunjukkan bahwa penyebab kematian bayi-bayi tersebut berkaitan dengan kondisi yang dikenal sebagai vitamin K deficiency bleeding (VKDB).

Sayangnya, banyak orang tua yang menolak untuk memberikan injeksi vitamin K, yang sebenarnya telah menjadi standar pencegahan di AS. Penolakan ini sering kali disebabkan oleh ketakutan yang berlebihan atau pengaruh informasi yang salah di media sosial. Padahal, penelitian medis selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa manfaat dari injeksi vitamin K jauh lebih besar dibandingkan risikonya.

Pentingnya Pemberian Vitamin K untuk Bayi Baru Lahir

Melihat kasus kematian bayi di AS, orang tua perlu menyadari bahwa bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap kekurangan vitamin K. Bayi yang tidak mendapatkan suntikan vitamin K memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami VKDB, terutama pada fase perdarahan lambat yang dapat terjadi antara satu minggu setelah lahir hingga usia enam bulan. Dalam kondisi ini, darah dapat terakumulasi di sekitar otak, yang dapat mengganggu aliran oksigen dan menyebabkan kerusakan otak permanen. Data dari CDC menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima bayi dengan VKDB dapat meninggal dunia.

Semua bayi pada dasarnya dilahirkan dengan kadar vitamin K yang rendah. Vitamin K dari ibu tidak cukup menembus plasenta, dan ASI hanya mengandung jumlah yang sangat kecil. Oleh karena itu, bayi yang diberikan ASI secara eksklusif lebih berisiko mengalami defisiensi vitamin K. Meskipun susu formula sudah diperkaya dengan vitamin K, para ahli tetap merekomendasikan agar bayi mendapatkan injeksi vitamin K saat lahir. Suntikan ini membantu tubuh bayi dalam membentuk pembekuan darah yang sehat dan secara signifikan mengurangi risiko perdarahan yang berbahaya.

Tanpa suntikan vitamin K, risiko bayi mengalami VKDB berkisar antara satu banding 14.000 hingga satu banding 25.000 kelahiran. Namun, dengan pemberian injeksi vitamin K, risikonya dapat turun menjadi kurang dari satu banding 100.000 kelahiran.

Gejala Kekurangan Vitamin K yang Perlu Diwaspadai

Salah satu aspek paling berbahaya dari VKDB adalah sering kali tidak ada gejala awal yang jelas sebelum kondisi menjadi serius. Banyak bayi tampak normal, tetapi kemudian tiba-tiba mengalami perdarahan yang parah. Meskipun demikian, orang tua harus tetap mengenali tanda-tanda yang mungkin muncul. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi: memar, terutama di area kepala dan wajah; mimisan atau perdarahan dari tali pusar; kulit yang tampak lebih pucat dari biasanya; bagian putih mata yang menguning setelah usia tiga minggu; tinja berdarah, hitam pekat, atau menyerupai aspal; muntah darah; serta rewel yang berlebihan, kantuk ekstrem, kejang, atau muntah berulang yang bisa menandakan perdarahan di otak.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, sangat penting untuk segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan. Penanganan yang cepat sangat krusial karena keterlambatan dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, pencegahan defisiensi vitamin K sejak lahir adalah langkah yang sangat penting untuk menghindari kecacatan permanen atau bahkan kematian.