BREAKING Kamis, 18 Jun 2026 02:10 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Kamis, 18 Jun 2026 00:54 WIB

Waspadai Efek Samping Produk Pelangsing, Menurut Dokter

18 Jun 2026, 00:54 WIB 1x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
K
Komang Yoga 1x dibaca · 3 menit baca
Ilustras. Saat ini banyak produk pelangsing di pasaran yang menjanjikan penurunan berat badan secara instan. Namun turun berat badan secara ekstrem memiliki sejumlah efek samping. (Istockphoto/ Turk_stock_photographer)
Ilustras. Saat ini banyak produk pelangsing di pasaran yang menjanjikan penurunan berat badan secara instan. Namun turun berat badan secara ekstrem memiliki sejumlah efek samping. (Istockphoto/ Turk_stock_photographer)

Jakarta, CNN Indonesia -- Saat ini, terdapat beragam produk pelangsing yang tersedia di pasaran dengan klaim mampu menurunkan berat badan secara instan. Produk tersebut bervariasi, mulai dari pil, minuman, gummy, hingga klinik-klinik yang menawarkan hasil yang cepat.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam yang juga konsultan endokrinologi, metabolik, dan diabetes di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dicky Levenus Tahapary, penurunan berat badan yang signifikan memang baik, namun harus dilakukan secara bertahap dan tidak ekstrem. "Perlu diingat, badan kita itu ada otot, ada tulang, ada lemak, ada air. Biasanya kalau berat badannya turun cepat, itu yang berkurang airnya," jelas Dicky setelah acara Diskusi Media Global Fatty Liver Day 2026 di Jakarta Pusat, pada Kamis (11/6).

Risiko Kesehatan dari Penurunan Berat Badan yang Cepat

Dicky menambahkan bahwa banyak produk pelangsing yang dapat menyebabkan pengeluaran cairan tubuh dalam waktu singkat. Produk-produk ini umumnya bersifat diuretik, yang mendorong pengeluaran cairan melalui urine. "Nah kedua, kalau berat badannya berkurang cepat, biasanya enggak cuma lemaknya yang turun, ototnya bisa turun," ungkapnya. Penurunan massa otot dapat berbahaya dalam jangka panjang, karena otot berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Jika pola makan sebelumnya diterapkan kembali, kenaikan berat badan bisa terjadi dengan cepat.

Salah satu metode klinis yang kadang tidak digunakan sesuai indikasi adalah pemberian hormon tiroid, yang dapat mempengaruhi massa otot. "Hormon tiroid itu mempercepat metabolisme tubuh. Lemaknya turun, tapi ototnya juga turun," kata Dicky.

Obat Penurun Berat Badan yang Aman

Dicky menjelaskan bahwa di Indonesia hanya ada tiga jenis obat yang disetujui untuk menurunkan berat badan, dan ketiganya harus digunakan dengan resep dan pengawasan dokter. Pertama, diethylpropion untuk menekan nafsu makan. Kedua, orlistat yang menghambat penyerapan lemak. Terakhir, GLP-1 yang juga berfungsi untuk menekan nafsu makan. "Cuma tiga di Indonesia yang di-approve untuk obesitas. Obat-obat yang lain enggak ada, [seperti] fentermin yang di luar negeri, enggak masuk ke sini," tambah Dicky.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua klinik pelangsing terbuka mengenai penggunaan obat penurun berat badan. Terkadang, label obat bisa diganti atau diramu, sehingga pasien tidak mengetahui asal-usulnya. "Saya rasa kita perlu edukasi pasien untuk lebih pintar, ya. Tanyakan ke dokternya obatnya apa, efek sampingnya apa. Kan obat itu bukannya tanpa efek samping. Sebagus-bagusnya obat, pasti ada efek samping yang dokternya harus asesmen," tuturnya.

Jadi, bagaimana cara menurunkan berat badan yang ideal? Dicky menjelaskan bahwa yang perlu ditargetkan adalah penurunan massa lemak. Penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat menciptakan efek semu karena hanya menurunkan massa air dan otot, serta dapat meningkatkan hormon stres dan peradangan. Ketika lemak berkurang, fungsi tubuh lainnya dapat bekerja lebih baik, seperti mengurangi risiko perlemakan hati, diabetes, hingga tekanan darah tinggi.

"Prinsipnya penurunan berat badan itu lebih bagus pelan-pelan tapi steady, dibandingkan langsung turun secara drastis. Makanya, biasa kita targetnya lima persen dalam tiga bulan itu sudah bagus," jelas Dicky. Ia memberikan contoh, seseorang dengan berat badan 80 kg seharusnya bisa menurunkan 4 kg dalam waktu tiga bulan, yang berarti penurunan sekitar 1 kg per bulan. Penurunan 500 gram per minggu sudah tergolong baik.