BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:09 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Kamis, 06 Agt 2026 20:48 WIB

Waspadai, Konsumsi Gula Berlebih Dapat Mengancam Kesehatan Mata

06 Agt 2026, 20:48 WIB 72x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Z
Zahra Asma Nabila 72x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Gula bukan cuma bikin diabetes, tapi juga bisa rusak kesehatan mata. (Istockphoto/seb_ra)
Ilustrasi. Gula bukan cuma bikin diabetes, tapi juga bisa rusak kesehatan mata. (Istockphoto/seb_ra)

Konsumsi gula yang berlebihan sering kali lebih dikenal sebagai penyebab kenaikan berat badan dan diabetes. Namun, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi kesehatan mata. Dampak dari konsumsi gula tidak selalu muncul dalam jangka panjang; pada beberapa individu, lonjakan kadar gula darah yang signifikan dapat menyebabkan gangguan penglihatan sementara dan membuat mata terasa lebih kering.

Mata adalah organ yang memiliki pembuluh darah yang sangat halus. Ketika kadar gula darah mengalami perubahan yang drastis, keseimbangan cairan di dalam lensa mata juga terpengaruh. Hal ini dapat menyebabkan perubahan penglihatan yang bersifat sementara.

Dampak Gula Berlebih pada Penglihatan

Salah satu keluhan umum yang muncul akibat lonjakan kadar gula darah adalah penglihatan yang kabur. Kondisi ini disebabkan oleh pembengkakan ringan pada lensa mata akibat perubahan kadar cairan dalam tubuh. Jika kadar gula kembali normal, biasanya penglihatan akan membaik. Namun, jika kadar gula darah tetap tinggi dan tidak terkontrol, masalah ini bisa menjadi lebih sering terjadi, terutama pada penderita diabetes.

Selain itu, menurut informasi dari Website resmi Optik Melawai, konsumsi gula yang berlebihan juga dapat memengaruhi produksi air mata. Ini mengakibatkan mata menjadi lebih kering, terasa perih, dan mudah lelah saat menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu lama.

Risiko Jangka Panjang bagi Kesehatan Mata

Dampak dari konsumsi gula terhadap kesehatan mata tidak hanya sebatas ketidaknyamanan. Dalam jangka panjang, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di retina. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya retinopati diabetik, yang merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan pada penderita diabetes. Selain itu, proses penuaan alami lensa mata juga dapat berlangsung lebih cepat, meningkatkan risiko katarak dan penurunan ketajaman penglihatan.

James Hadisurjo, General Manager Operation Optik Melawai, menyatakan bahwa masalah kesehatan mata yang sering ditemui saat ini bukan hanya miopia atau rabun jauh, tetapi juga mata kering dan katarak yang belum terdiagnosis. "Kasus miopia memang masih tinggi, tetapi sekarang banyak juga keluhan dry eye atau mata kering yang membuat mata terasa perih. Selain itu, kami juga ingin lebih fokus pada deteksi katarak yang belum terdiagnosis," ujarnya dalam perayaan ulang tahun ke-45 Optik Melawai di Senayan City, Jakarta Pusat.

James menambahkan bahwa paparan cahaya biru dari layar perangkat elektronik dan sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan diduga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus katarak pada usia yang lebih muda. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan lebih awal sebelum menimbulkan komplikasi.

Langkah Menjaga Kesehatan Mata

Menjaga kesehatan mata tidak berarti harus menghindari gula sepenuhnya. Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risikonya antara lain:

  • Batasi konsumsi minuman manis dan camilan tinggi gula setiap hari.
  • Perbanyak minum air putih agar mata tetap terhidrasi dengan baik.
  • Istirahatkan mata secara berkala saat bekerja di depan layar menggunakan aturan 20-20-20, yaitu melihat objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik setiap 20 menit.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya vitamin A, C, E, lutein, dan omega-3 untuk mendukung kesehatan mata.
  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin, termasuk mengecek kembali ukuran lensa kacamata atau lensa kontak bila diperlukan.

James juga menekankan bahwa masyarakat sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan model atau merek saat membeli kacamata. "Yang paling penting adalah kualitas pemeriksaan mata dan kualitas lensanya. Fashion memang menjadi nilai tambah, tetapi bagi kami kesehatan mata tetap menjadi prioritas utama," katanya. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus meningkatkan standar pelayanan dengan berinvestasi pada teknologi pemeriksaan mata agar setiap pelanggan mendapatkan layanan yang lebih personal, akurat, dan sesuai kebutuhan.

Konsumsi gula berlebih memang tidak selalu langsung menyebabkan gangguan penglihatan. Namun, jika kebiasaan ini dibiarkan, dampaknya dapat mengganggu kesehatan mata dalam jangka panjang. Oleh karena itu, menjaga pola makan yang sehat dan rutin memeriksakan mata menjadi langkah sederhana yang penting dilakukan sejak dini.