BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Selasa, 14 Jul 2026 15:29 WIB

Waspadai Lima Dampak Berbahaya Hipertensi yang Tidak Terkontrol

14 Jul 2026, 15:29 WIB 90x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Z
Zahra Asma Nabila 90x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Penderita hipertensi wajib ketahui bahaya hipertensi tidak terkontrol. (Nindya Putri Hermansyah)
Ilustrasi. Penderita hipertensi wajib ketahui bahaya hipertensi tidak terkontrol. (Nindya Putri Hermansyah)

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis yang serius dan tidak boleh dianggap sepele. Penderita hipertensi harus menyadari bahwa jika mereka mengabaikan kondisi ini, sejumlah risiko kesehatan dapat mengancam jiwa. Hipertensi ditandai dengan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetik, pola hidup, gangguan hormon, masalah ginjal, serta efek samping dari beberapa obat.

Karena sering kali tidak menunjukkan gejala, hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Banyak penderita tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi mereka yang terdiagnosis hipertensi untuk menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Dokter biasanya akan meresepkan obat yang harus dikonsumsi secara rutin dan menyarankan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Bahaya Hipertensi yang Tidak Terkontrol

Hipertensi yang tidak terkelola dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius. Berikut adalah beberapa bahaya yang dapat muncul akibat hipertensi yang tidak terkontrol:

1. Gagal Jantung

Salah satu risiko pertama yang dihadapi oleh penderita hipertensi adalah gagal jantung. Pada individu dengan hipertensi, jantung dipaksa untuk memompa darah dengan lebih keras dari kapasitas normal. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan penebalan otot dan dinding jantung, yang pada akhirnya membuat jantung kesulitan untuk memompa darah secara efisien, dan ini dikenal sebagai gagal jantung.

2. Masalah Ginjal

Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik juga dapat meningkatkan risiko gagal ginjal. Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, termasuk yang ada di ginjal. Jika kondisi ini dibiarkan, kemampuan ginjal untuk menyaring darah dari zat-zat berbahaya akan semakin menurun.

3. Stroke

Salah satu penyebab utama stroke adalah hipertensi. Stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah akibat tekanan darah yang terlalu tinggi. Penderita hipertensi perlu mengenali tanda-tanda awal stroke, seperti kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu, mati rasa, dan kesulitan berbicara.

4. Aneurisma Otak

Hipertensi yang tidak segera diobati dapat menyebabkan aneurisma otak, yaitu pembengkakan pada pembuluh darah di otak akibat lemahnya dinding pembuluh darah. Tekanan darah yang tinggi dapat memicu pecahnya pembuluh darah arteri, yang berpotensi fatal bagi penderitanya.

5. Masalah pada Mata

Risiko terakhir dari hipertensi yang tidak terkontrol adalah kerusakan pada mata, yang dikenal sebagai retinopati hipertensi. Saat hipertensi terjadi, pembuluh darah yang menuju retina dapat menyempit. Jika kondisi ini berlanjut, dapat menyebabkan pembengkakan pada retina dan penekanan saraf optik, yang dapat berujung pada kebutaan.

Mengingat potensi komplikasi serius yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi, sangat penting untuk memantau tekanan darah secara teratur. Jika tekanan darah melebihi batas normal, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Mengadopsi gaya hidup sehat, seperti mengurangi asupan garam, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan mengelola stres, juga dapat membantu menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal.