BREAKING Jumat, 19 Jun 2026 23:58 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Jumat, 19 Jun 2026 22:05 WIB

Waspadai, Tujuh Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker

19 Jun 2026, 22:05 WIB 1x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 1x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Ada kebiasaan sehari-hari yang berisiko picu kanker. (PDPics/Pixabay)
Ilustrasi. Ada kebiasaan sehari-hari yang berisiko picu kanker. (PDPics/Pixabay)

Kanker tidak hanya disebabkan oleh satu faktor tertentu, melainkan dipengaruhi oleh berbagai elemen seperti genetik, usia, lingkungan, dan gaya hidup. Beberapa kebiasaan yang tampaknya sepele dapat meningkatkan risiko kanker jika dilakukan secara berulang dalam jangka waktu lama. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam A Cancer Journal for Clinicians, sekitar 40 persen kasus kanker dan hampir setengah dari kematian akibat kanker pada orang dewasa berusia 30 tahun ke atas di Amerika Serikat berkaitan dengan kebiasaan dan kondisi yang dapat diubah.

1. Konsumsi Daging Olahan Secara Berlebihan

Makanan seperti sosis, kornet, nugget, dan daging asap memang praktis dan memiliki rasa yang kuat. Namun, konsumsi daging olahan sebaiknya dibatasi. International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogenik bagi manusia. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging olahan berhubungan dengan kanker kolorektal, dan meskipun ada hubungan dengan kanker lambung, kesimpulan yang pasti belum dapat ditarik.

2. Terlalu Banyak Duduk dan Kurang Bergerak

Kebiasaan duduk lama di depan komputer atau berbaring berjam-jam sering dianggap biasa. Namun, tubuh memerlukan aktivitas fisik untuk menjaga metabolisme, berat badan, dan sistem tubuh lainnya agar berfungsi dengan baik. Sebuah studi dari European Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama dan kurang bergerak dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar, payudara, prostat, dan rektum.

3. Paparan Asap Rokok yang Tinggi

Meski tidak merokok, seseorang tetap berisiko terkena dampak dari asap rokok orang lain. Paparan asap rokok yang terus-menerus, baik di rumah, kendaraan, tempat kerja, atau ruang publik, tetap berbahaya. CDC melaporkan bahwa hampir 90 persen kematian akibat kanker paru-paru terkait dengan merokok atau paparan asap rokok dari orang lain.

4. Kurangnya Perlindungan dari Sinar Matahari

Di negara tropis, paparan sinar matahari sering dianggap sepele. Namun, sinar ultraviolet (UV) yang diterima dalam jangka panjang dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit. Sekitar satu dari tiga kanker yang didiagnosis adalah kanker kulit, dengan paparan radiasi UV sebagai salah satu penyebab utamanya.

5. Mengabaikan Masalah Berat Badan

Seringkali, berat badan berlebih hanya dipandang dari segi penampilan. Namun, kelebihan berat badan juga berhubungan dengan risiko berbagai penyakit, termasuk beberapa jenis kanker. Obesitas dapat meningkatkan risiko setidaknya 13 jenis kanker, dan di Amerika Serikat, kanker yang terkait dengan obesitas mencakup sekitar 40 persen dari total kanker yang didiagnosis setiap tahunnya.

6. Mengabaikan Vaksin HPV dan Skrining Kesehatan

Infeksi Human Papillomavirus (HPV) sering kali tidak menimbulkan gejala. Banyak orang tidak menyadari bahwa infeksi ini dapat bertahan dan berpotensi menjadi penyebab kanker tertentu. WHO menyebutkan bahwa infeksi HPV yang berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks, serta berkaitan dengan kanker vulva, vagina, mulut, tenggorokan, penis, dan anus.

7. Terpapar Polusi Udara Secara Terus-Menerus

Polusi udara sulit dihindari, terutama bagi mereka yang tinggal atau bekerja di kota besar. Namun, paparan polusi dalam jangka panjang tetap harus diwaspadai. Penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi udara luar ruangan dapat menyebabkan kanker paru-paru dan juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker kandung kemih.

Kebiasaan-kebiasaan di atas tidak serta merta menyebabkan kanker, tetapi risiko kanker biasanya merupakan hasil dari berbagai faktor yang berinteraksi dalam jangka panjang. Melakukan langkah-langkah kecil secara konsisten dapat membantu meningkatkan peluang tubuh untuk tetap sehat dalam jangka waktu yang lebih lama.