BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:40 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Senin, 22 Jun 2026 07:16 WIB

Waspadai! Tujuh Kelompok yang Harus Mengurangi Asupan Garam

22 Jun 2026, 07:16 WIB 21x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
R
Reyhan Arifin 21x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Ada beberapa kelompok orang yang sebaiknya membatasi konsumsi garam. (iStockphoto/artisteer)
Ilustrasi. Ada beberapa kelompok orang yang sebaiknya membatasi konsumsi garam. (iStockphoto/artisteer)

Garam berfungsi sebagai penyedap makanan dan juga merupakan sumber nutrisi bagi tubuh. Namun, bagi beberapa individu, konsumsi garam yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, tidak semua orang dapat mengonsumsi garam secara sembarangan. Siapa sajakah kelompok yang disarankan untuk membatasi asupan garam?

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengonsumsi garam dalam jumlah yang lebih tinggi dari yang seharusnya. Garam tidak hanya berasal dari dapur, tetapi juga banyak terdapat dalam makanan olahan, kemasan, dan hidangan siap saji yang sering dikonsumsi sehari-hari. Meskipun tubuh memerlukan natrium dalam jumlah tertentu untuk menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi saraf dan otot, asupan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, termasuk hipertensi.

Kelompok yang Perlu Mengurangi Asupan Garam

Berikut adalah kelompok orang yang sebaiknya membatasi konsumsi garam demi menjaga kesehatan mereka:

1. Penderita Tekanan Darah Tinggi

Orang yang menderita hipertensi harus membatasi asupan garam. Menurut American Heart Association, kelebihan natrium dapat menarik lebih banyak air ke dalam pembuluh darah, sehingga meningkatkan volume darah dan tekanan darah. Mengurangi asupan natrium dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular.

2. Penderita Gangguan Ginjal

Ginjal memiliki peran penting dalam mengatur kadar natrium dalam tubuh. Namun, jika konsumsi garam terlalu tinggi, ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan natrium melalui urine. Bagi penderita gangguan ginjal, kemampuan organ ini sudah menurun, sehingga kelebihan natrium dapat menyebabkan penumpukan cairan dan memperburuk kondisi kesehatan. Oleh karena itu, pembatasan garam sering menjadi bagian dari anjuran pola makan bagi pasien penyakit ginjal.

3. Lansia

Pertambahan usia dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur keseimbangan cairan dan tekanan darah. Risiko hipertensi dan penyakit jantung juga cenderung meningkat pada usia lanjut. American Heart Association merekomendasikan agar asupan natrium pada lansia dibatasi kurang dari 1.500 miligram (mg) per hari, terutama bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.

4. Ibu Hamil

Selama masa kehamilan, perhatian khusus terhadap pola makan sangat penting. Meskipun tubuh memerlukan natrium untuk berbagai fungsi penting, konsumsi garam yang berlebihan sebaiknya dihindari. The Nutrition Source mencatat bahwa kebutuhan natrium yang memadai bagi ibu hamil berkisar antara 1.500-2.300 mg per hari. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi garam dalam jumlah yang wajar dan lebih memilih makanan segar dibandingkan makanan olahan yang umumnya tinggi natrium.

5. Anak-Anak

Anak-anak juga termasuk dalam kelompok yang perlu membatasi konsumsi garam. Berdasarkan World Health Organization (WHO), kebutuhan natrium anak harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan energinya. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam sejak dini dapat meningkatkan preferensi terhadap rasa asin dan berpotensi berdampak negatif pada kesehatan di masa depan. Oleh karena itu, orang tua perlu membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan dengan kadar garam yang tidak berlebihan.

6. Penderita Osteoporosis

Konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan kehilangan kalsium melalui urine. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat tulang menjadi lebih rapuh dan meningkatkan risiko osteoporosis, terutama pada wanita pascamenopause dan orang lanjut usia.

7. Orang dengan Kelebihan Berat Badan atau Obesitas

Makanan yang tinggi garam sering kali meningkatkan rasa haus, sehingga seseorang cenderung mengonsumsi lebih banyak minuman. Jika minuman yang dipilih adalah yang manis, asupan kalori dapat meningkat dan berkontribusi pada kenaikan berat badan.

Demikianlah kelompok-kelompok yang sebaiknya membatasi konsumsi garam. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang, risiko berbagai penyakit kronis dapat diminimalkan dan kesehatan tubuh dapat terjaga dalam jangka panjang.