BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Berita Terkini Senin, 27 Jul 2026 13:33 WIB

Zulkifli Hasan Tegaskan Ketersediaan Pangan Nasional Aman dan Surplus

27 Jul 2026, 13:33 WIB 58x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
G
Galih Lingga Pradipta 58x dibaca · 2 menit baca
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Eva/detikcom)
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Eva/detikcom)

Jakarta - Zulkifli Hasan, selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki kondisi pangan yang aman dan mandiri, meskipun banyak negara di dunia yang menutup ekspor pangan. Ia memastikan bahwa stok pangan utama nasional, mulai dari beras hingga daging ayam, saat ini berada dalam keadaan surplus.

"Oleh karena itu, kita mesti swasembada, terutama pangan pokok. Pangan pokok itu beras. Alhamdulillah, kita setahun sudah surplus. Jagung sudah, gula untuk konsumsi sudah, telur sudah, ayam sudah, ikan sudah," ungkapnya saat berpidato di Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Senin (27/7/2026).

Kemandirian Pangan Indonesia

Dengan pencapaian tersebut, Zulkifli Hasan optimis bahwa Indonesia dapat menjaga kedaulatan pangan tanpa harus bergantung pada impor dari negara lain. Ia menjelaskan bahwa banyak negara yang kini menerapkan proteksi ketahanan pangan dengan menghentikan ekspor.

"Tidak ada negara lain yang mau membuat kita, membantu kita. Dalam situasi dunia seperti ini, kita harus membantu diri kita sendiri," tegasnya. Zulkifli Hasan menekankan bahwa ketahanan pangan Indonesia telah mencapai tingkat kemandirian. Ia menyoroti pentingnya prinsip kemandirian dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

"Jadi, cukup ketahanan pangan kita untuk kita mandiri, tidak tergantung pada siapa pun. Alhamdulillah, sudah kita dukung sekarang," tambahnya. "Jadi memang ketahanan pangan dan ketahanan energi harus betul-betul kita berdiri di atas kaki sendiri," imbuhnya.

Fokus pada Kedaulatan Energi

Tidak hanya di sektor pangan, Zulkifli Hasan juga mengungkapkan bahwa pemerintah kini mulai mengalihkan perhatian ke kedaulatan energi yang berbasis hasil pertanian. Langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh.

Setelah melakukan optimalisasi dalam sektor biofuel solar, pemerintah bersiap untuk meluncurkan bensin yang dicampur dengan etanol 10 persen (E10) yang dihasilkan dari komoditas lokal. "Sekarang lagi bergerak ke energi. Solar sudah, habis ini nanti bensin kita akan buat E10 dulu. Etanol itu bisa dari singkong, jagung, bisa dari tebu. Kita buat bertahap," jelasnya.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berupaya untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya mandiri dalam pangan, tetapi juga dalam energi, demi ketahanan nasional yang lebih baik.