BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 09:08 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Rabu, 08 Jul 2026 18:01 WIB

Aksi Protes Warga Medan Terkait Jalan Rusak Berlangsung Dramatis

08 Jul 2026, 18:01 WIB 87x dibaca 3 menit baca medan.kompas.com medan.kompas.com
Z
Zahra Asma Nabila 87x dibaca · 3 menit baca
Aksi Protes Warga Medan Terkait Jalan Rusak Berlangsung Dramatis
medan.kompas.com

MEDAN — Warga yang tinggal di Lingkungan 7, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, telah lama menghadapi masalah banjir dan jalan yang rusak. Pada tahun 2026, kemarahan mereka memuncak, mendorong sekelompok emak-emak untuk berkumpul dan melakukan aksi blokade di Jalan Tirtosari. Mereka menggunakan kayu, bangku, poster, dan bahkan pohon pisang untuk menutup jalan sebagai bentuk protes.

Yanti, seorang warga berusia 56 tahun, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi jalan yang terus memburuk. Meskipun hujan tidak mengguyur, Jalan Tirtosari tetap dalam keadaan becek akibat banyaknya lubang dan drainase yang tersumbat. "Karena, kan, sudah janji Lurah mau memperbaiki. Tapi kok katanya kasih waktu lah. Harus segera. Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak, tapi yang parah di tahun ini," ujarnya.

Masalah Serius di Jalan Tirtosari

Bagi warga Lingkungan 7, Jalan Tirtosari sangat vital, terutama bagi anak-anak yang berangkat ke sekolah. Banyaknya lubang dan genangan air di jalan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan banyak pengguna jalan terjatuh. Yanti menambahkan, "Mungkin yang buat jalan rusak adalah banyaknya mobil yang bawa katrol, kontainer, lewat. Panjang-panjang kali mobilnya."

Keadaan jalan yang buruk diperparah dengan drainase yang tersumbat, sehingga saat hujan, jalan ini sering digenangi air setinggi betis. "Ini sudah diperbaiki dan dialiri. Kelurahan sudah gotong royong, kepling-kepling semua juga sudah pada kumpul kemarin," jelasnya.

Respons Pihak Kelurahan dan Rencana Perbaikan

Setelah aksi protes berlangsung, pihak Kelurahan segera mencopot blokade di Jalan Tirtosari. Tak lama setelah itu, enam truk tanah timbun dan alat berat datang untuk meratakan jalan tersebut. Syawal Nasution, Lurah Bantan, menjelaskan bahwa jalan ini direncanakan akan dicor dan dibeton dengan panjang 225 meter dan ketebalan 20 cm.

Syawal menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan masyarakat mengenai rencana perbaikan. Namun, protes tetap terjadi karena warga mendesak agar pembangunan dilakukan lebih cepat. "Dari bulan April lalu, kita sudah sampaikan permohonan terkait normalisasi jalan-jalan yang ada di sini, begitu juga permohonan untuk normalisasi (drainase). Di samping itu kita juga upayakan untuk perawatan semampu kita dari Lingkungan. Bersama warga kita rutin gotong royong," ungkapnya.

Dia juga menyebutkan bahwa perbaikan Jalan Tirtosari telah dianggarkan sebesar Rp 600 juta dan kemungkinan akan dibeton tahun depan. "Ya warga kita kan pemahamannya terkait penganggaran ini tidak semua sama. Jadi sudah kita jelaskan tapi mereka tetap ingin melakukan aksi," tuturnya.

Syawal mengakui bahwa Jalan Tirtosari adalah salah satu jalan dengan kondisi paling parah di Kecamatan Medan Tembung dan berharap perhatian lebih dari dinas terkait untuk pembangunan jalan ini. "Mereka juga sudah lama drainasenya nggak berfungsi. Mudah-mudahan nanti dengan adanya ini (aksi), perhatian pun akan lebih bagus ke arah Jalan Tirto Sari itu," harapnya.

Dia juga menceritakan pengalamannya sendiri saat terjatuh di Jalan Tirtosari, menyoroti betapa seriusnya masalah yang dihadapi warga. "Saya pernah juga jatuh di situ. Genangannya kan sampai ke Gang Amal. Gang Amal itu juga ada SD di dalam. Nah, di Gang Amal ini ada parit posisinya di tengah. Karena air belum jalan, kan paritnya penuh. Jadinya saya jatuh. Sekali saya jatuh di situ," tuturnya.