Seorang ekonom dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara, berpendapat bahwa mengaitkan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pidato presiden adalah hal yang tidak tepat. Ia menjelaskan bahwa pergerakan IHSG seharusnya lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental, khususnya kinerja emiten yang terdaftar di bursa.
“Apabila kinerja perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa secara mayoritas mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka sudah sewajarnya jika nilai IHSG ikut turun,” ungkap Surya. Namun, ia juga mencatat adanya anomali dalam pergerakan IHSG. Menurutnya, meskipun kinerja sebagian besar perusahaan di bursa cenderung stabil dan indikator ekonomi makro menunjukkan kondisi yang positif, IHSG justru mengalami penurunan.
Pentingnya Memahami Dinamika Pasar
Surya menyoroti munculnya narasi yang secara luas mengaitkan penurunan IHSG dengan pidato kepala negara. Ia berpendapat bahwa situasi ini menunjukkan adanya faktor lain yang berpengaruh terhadap pergerakan pasar. “Narasi ini mengindikasikan adanya investor nakal yang melakukan tindakan irasional di bursa, sehingga nilai IHSG mengalami penurunan. Terbukti turunnya IHSG ini kemudian disangkut-pautkan dengan agenda politik yang mendiskreditkan Presiden,” katanya.
Imbauan untuk Masyarakat dan Tindakan Pemerintah
Surya menilai bahwa tindakan investor yang berperilaku irasional dapat merusak mekanisme pasar yang sehat. Selain merugikan investor yang telah melakukan analisis fundamental dengan baik, kondisi ini juga dapat berdampak negatif terhadap perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa. “Demi mencapai agenda politik kotor yang terselubung, mereka telah merugikan banyak pihak,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berkembang terkait pelemahan IHSG. Surya juga meminta pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan tindakan yang dianggap merusak mekanisme pasar. “Pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas pada perilaku irasional yang dilakukan investor nakal yang memiliki agenda politik, demi melindungi masyarakat luas,” tegasnya.