BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:10 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Selasa, 04 Agt 2026 17:38 WIB

Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Gangguan Jarak Pandang di Tol Kayuagung-Palembang

04 Agt 2026, 17:38 WIB 56x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 56x dibaca · 2 menit baca
Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Gangguan Jarak Pandang di Tol Kayuagung-Palembang
regional.kompas.com

PALEMBANG – Kepulan asap yang tebal menyelimuti ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Kayuagung-Palembang, tepatnya di KM 356, disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di area sekitar jalan tol. Hal ini mengakibatkan jarak pandang bagi pengendara yang melintas di ruas tol tersebut terganggu akibat asap yang menyelimuti jalan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di lahan yang terletak di sisi jalan tol. Asap dari kebakaran tersebut terbawa angin hingga menutupi sebagian badan jalan. “Karhutla terjadi di sekitar ruas JTTS Kayuagung–Palembang KM 356. Asapnya menutup sebagian ruas tol sehingga mengganggu jarak pandang pengguna jalan,” ungkap Ferdian pada Selasa (4/8/2026).

Upaya Pengaturan Lalu Lintas

Ferdian menambahkan bahwa pihak kepolisian telah dikerahkan ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Hal ini bertujuan agar pengendara dapat mengurangi kecepatan mengingat jarak pandang yang sangat terbatas.

Pemadaman Kebakaran dan Operasi Modifikasi Cuaca

Sementara itu, tim Manggala Agni masih berupaya melakukan pemadaman di titik-titik kebakaran agar api tidak semakin meluas dan kepulan asap dapat segera teratasi. “Saat ini prioritas kami adalah memadamkan api. Untuk penyebab kebakaran dan luas lahan yang terbakar masih dalam pendataan karena petugas masih bekerja di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilaksanakan kembali di wilayah Sumatera Selatan. Operasi ini difokuskan di sekitar Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI), yang merupakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. “Sortie satu sudah mengarah ke OKI dan OI hari ini,” tambah Ferdian.