Skandal yang melibatkan wasit telah mencoreng nama baik korps pengadil di Liga Italia, khususnya di Serie A. Asosiasi Wasit Italia (AIA) kini menghadapi kemungkinan untuk dikelola oleh komisaris khusus menyusul berbagai skandal yang mengguncang integritas mereka, termasuk adanya investigasi formal terhadap mantan penunjuk wasit, Gianluca Rocchi.
Gabriele Gravina, presiden FIGC yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, telah mengusulkan langkah drastis ini. Rencana tersebut mencakup pengelolaan AIA oleh komisaris khusus yang bertugas untuk melakukan reformasi dan membawa stabilitas hingga pemilihan presiden baru dilaksanakan.
Pemecatan Presiden AIA
Usulan ini muncul setelah pemecatan resmi Antonio Zappi dari jabatan presiden AIA. Sebelumnya, Zappi telah menerima hukuman larangan selama 13 bulan pada bulan Januari karena terbukti melakukan tekanan terhadap beberapa individu di Serie C dan D untuk mengundurkan diri pada bulan Desember 2024. Meskipun Zappi telah mengajukan banding, proses tersebut diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama, sehingga keputusan untuk mencopotnya dari posisi kepemimpinan dianggap sebagai langkah yang perlu diambil.
Menunggu Keputusan CONI
Keputusan akhir mengenai penunjukan komisaris khusus akan bergantung pada putusan dari CONI (Komite Olimpiade Italia), yang merupakan badan pengawas untuk semua cabang olahraga. Dalam situasi yang rumit ini, AIA telah merilis pernyataan resmi yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Zappi atas dedikasinya selama menjabat. Namun, mereka juga mengakui bahwa saat ini mereka tengah menghadapi fase yang sangat kompleks.
Asosiasi tersebut menegaskan komitmennya untuk memulai proses pemilihan presiden baru. Namun, fokus utama saat ini adalah memastikan kelangsungan manajemen, menjaga keseimbangan institusional, serta melindungi kepentingan sistem wasit yang ada.