BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 12:48 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Sabtu, 11 Jul 2026 18:17 WIB

Benda Dapur yang Berpotensi Mengandung Mikroplastik

11 Jul 2026, 18:17 WIB 92x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
K
Komang Yoga 92x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi. Benda di dapur yang bisa jadi sumber mikroplastik dan masuk ke tubuh. (iStockphoto/debbiehelbing)
Ilustrasi. Benda di dapur yang bisa jadi sumber mikroplastik dan masuk ke tubuh. (iStockphoto/debbiehelbing)

Dapur sering dianggap sebagai tempat untuk menyiapkan makanan sehat, namun banyak orang tidak menyadari bahwa peralatan yang digunakan sehari-hari dapat melepaskan mikroplastik ke dalam makanan dan minuman. Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang dapat masuk ke dalam tubuh tanpa disadari.

Menurut informasi dari Brain Health Kitchen, plastik telah menjadi bahan umum dalam peralatan dapur. Meskipun mudah didapat dan memiliki desain menarik, penggunaan peralatan plastik dapat menyebabkan pelepasan mikroplastik dan bahan kimia berbahaya ke dalam makanan dan minuman. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk gangguan hormonal dan kanker.

Botol Minum dan Wadah Makanan

Botol plastik sekali pakai merupakan salah satu sumber utama mikroplastik. Ahli menyebutkan bahwa botol ini dapat melepaskan partikel plastik ke dalam air, terutama jika disimpan di tempat yang panas atau terkena sinar matahari langsung. Sebaiknya, gunakan botol minum yang terbuat dari stainless steel, kaca, atau keramik untuk mengurangi risiko tersebut.

Kebiasaan memanaskan makanan dalam wadah plastik juga meningkatkan kemungkinan terjadinya perpindahan partikel plastik. Meskipun ada wadah yang diberi label aman untuk microwave, pemanasan tetap dapat melepaskan bahan kimia ke dalam makanan. Sebaiknya, pilih wadah dari kaca, keramik, atau stainless steel untuk memanaskan makanan.

Peralatan Dapur Lainnya yang Perlu Diperhatikan

Talenan plastik dapat menghasilkan mikroplastik setiap kali pisau menggores permukaannya. Oleh karena itu, talenan berbahan kayu atau bambu lebih disarankan. Selain itu, alat masak antilengket yang tergores juga dapat melepaskan partikel plastik saat digunakan, terutama pada suhu tinggi. Pilihlah peralatan masak dari stainless steel atau keramik yang lebih tahan lama.

Spons cuci piring yang terbuat dari serat plastik sintetis juga berpotensi menjadi sumber mikroplastik. Seiring waktu, spons ini akan terurai menjadi serpihan kecil saat digunakan. Sebagai alternatif, spons alami seperti luffa atau bambu bisa digunakan. Selain itu, peralatan dapur berbahan plastik seperti spatula dan sendok sayur dapat mengalami keausan yang menyebabkan pelepasan mikroplastik, sehingga lebih baik menggunakan peralatan dari kayu atau logam.

Terakhir, kantong teh yang terbuat dari plastik seperti polypropylene dapat melepaskan mikroplastik saat diseduh dengan air panas. Untuk menghindari hal ini, lebih baik memilih daun teh yang diseduh langsung daripada menggunakan kantong teh.