BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Jumat, 31 Jul 2026 13:55 WIB

Bupati Pringsewu Temukan Masalah di Dapur MBG, Beras Tanpa Izin dan Freezer dalam Kondisi Buruk

31 Jul 2026, 13:55 WIB 62x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
R
Rizky Ananta 62x dibaca · 2 menit baca
Bupati Pringsewu Temukan Masalah di Dapur MBG, Beras Tanpa Izin dan Freezer dalam Kondisi Buruk
regional.kompas.com

LAMPUNG - Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, melakukan inspeksi mendadak di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terletak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pandan Surat, Kecamatan Sukoharjo, pada Kamis (30/7/2026). Dalam sidak tersebut, ia menemukan kondisi yang sangat memprihatinkan, mulai dari kendaraan pengantar yang tidak memenuhi standar hingga freezer yang berbau tidak sedap.

Riyanto mengungkapkan bahwa ia menerima banyak laporan mengenai dapur tersebut, termasuk keluhan tentang makanan yang disajikan, seperti pernah diberikan singkong. Ia pun membagikan video sidak itu di media sosialnya untuk memberikan informasi kepada publik.

Pemeriksaan Kendaraan dan Beras

Pemeriksaan dimulai dengan menilai kendaraan yang digunakan untuk mengantar makanan. Bupati menjelaskan bahwa minibus yang digunakan tidak sesuai standar, karena merupakan kendaraan sehari-hari yang dialihfungsikan untuk pengantaran MBG. Ia juga secara khusus memeriksa beras yang digunakan di SPPG, dan menemukan bahwa kemasan beras tersebut tidak mencantumkan izin edar.

Riyanto menegaskan, "Ini bukan masak hajatan, harus ada sertifikasi halalnya, harus ada izin edarnya dan sebagainya. Ini kayak hajatan, ini pasti beli di penggilingan." Ia memberikan ultimatum agar SPPG tidak mengulangi kesalahan serupa, dengan menekankan bahwa beras yang digunakan harus berkualitas premium.

Kondisi Freezer yang Memprihatinkan

Temuan yang mengejutkan lainnya adalah kondisi freezer yang diperiksa oleh Riyanto. Ia menemukan bahwa mesin pendingin tersebut dalam keadaan "banjir" dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. "Ini harus didepres. Berapa lama ini enggak di-anu (bersihkan). Sampeyan karena sudah terbiasa jadi enggak bau. Kalau saya walaupun pakai ini (masker) saja masih bau," ujarnya.

Riyanto mengingatkan agar SPPG mematuhi standar pengelolaan MBG. "Ini memang makan bergizi gratis, bisnis boleh, tapi jangan nemen-nemen (keterlaluan). Jangan sampai saya usulkan untuk di-suspend," tegasnya.

Tanggapan dari KPPG Lampung

Sementara itu, Fitra Alfarisi, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, mengungkapkan bahwa timnya juga melakukan sidak ke dapur tersebut. "Semalam juga tim kami sidak ke beberapa dapur, termasuk dapur tersebut," katanya.

Fitra menambahkan bahwa saat ini tim KPPG Lampung sedang menyusun laporan untuk disampaikan ke pusat. "Mungkin hari ini atau besok kami sedang menyusun laporan untuk kami sampaikan ke BGN RI, kami di daerah menunggu arahan dari pusat," ujarnya.