BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:10 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Kamis, 30 Jul 2026 01:47 WIB

Dedi Mulyadi Jelaskan Revitalisasi Gedung Sate dan Alasan Anggarannya

30 Jul 2026, 01:47 WIB 58x dibaca 2 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
K
Komang Yoga 58x dibaca · 2 menit baca
Dedi Mulyadi Jelaskan Revitalisasi Gedung Sate dan Alasan Anggarannya
bandung.kompas.com

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan alasan di balik proyek revitalisasi Gedung Sate yang belakangan ini menjadi perbincangan. Penataan ini mencakup penghubungan halaman depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu, pembongkaran Perpustakaan Gasibu, serta pengecatan ulang Gedung Sate. Proyek ini mendapatkan kritik tajam karena menghabiskan anggaran sekitar Rp 15,8 miliar, sementara banyak warga Jawa Barat yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak tahun 2025 hingga semester pertama 2026, mencapai 25.542 orang.

Dedi menegaskan bahwa manfaat dari revitalisasi tidak dapat dievaluasi selama proses pengerjaan masih berlangsung. "Begini sesuatu akan terasa manfaatnya setelah selesai. Nanti kita lihat aja selesai revitalisasi ini manfaatnya besar atau tidak. Itu yang pertama," ungkapnya saat ditemui di Balaikota Bandung pada Rabu, 29 Juli 2026.

Anggaran Revitalisasi dari Hasil Efisiensi

Selain itu, mantan Bupati Purwakarta ini menekankan bahwa dana untuk revitalisasi tidak diambil dari tambahan anggaran baru dalam APBD Jawa Barat tahun 2026. Menurut Dedi, dana tersebut merupakan hasil efisiensi dari anggaran pribadi Gubernur Jawa Barat. "Yang kedua, alokasi kita siapkan itu hasil efisiensi di internal anggaran gubernur sendiri," ujarnya.

Dedi menjelaskan bahwa efisiensi anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung revitalisasi agar Gedung Sate menjadi lebih tertata, nyaman, dan representatif sebagai salah satu ikon Jawa Barat. Ia juga menyoroti bahwa bangunan bersejarah ini sudah lama tidak dicat, sehingga terlihat kusam. "Ketiga, puluhan tahun Gedung Sate tidak pernah dicat, kusam. Baru sekarang Gedung Sate dicat secara benar. Sekarang cerah, makanya lihat saja nanti," tambahnya.

Kritik dan Tanggapan Masyarakat

Meskipun menerima kritik, Dedi menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dalam pemerintahan. Ia menyatakan bahwa setiap program pasti akan mendapatkan tanggapan yang beragam dari masyarakat. "Kalau kritik dan otokritik ya biasa," katanya.

Dengan demikian, Dedi mengajak masyarakat untuk bersabar menunggu hasil akhir revitalisasi sebelum memberikan penilaian. Ia percaya bahwa setelah semua pekerjaan selesai, dampak positif dari proyek ini akan terlihat jelas.