BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:42 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 27 Jun 2026 14:01 WIB

Dinkes Balikpapan Hapus Unggahan Peringatan Hujan Debu, Ini Penjelasannya

27 Jun 2026, 14:01 WIB 40x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
R
Reyhan Arifin 40x dibaca · 2 menit baca
Dinkes Balikpapan Hapus Unggahan Peringatan Hujan Debu, Ini Penjelasannya
regional.kompas.com

Kota Balikpapan, Kaltim, menjadi sorotan publik setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menghapus unggahan di Instagram yang mengingatkan masyarakat tentang bahaya hujan debu. Kejadian ini terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026, tak lama setelah konten tersebut dipublikasikan. Dalam unggahan yang kini telah dihapus, terdapat peringatan yang menyatakan, “Peringatan kesehatan, jangan anggap sepele. Debu pagi ini berbahaya. Kamu tidak bisa melihatnya, tapi paru-parumu bisa merasakannya. PM 2.5 partikel berbahaya.”

Penghapusan mendadak ini langsung menimbulkan tanda tanya dan spekulasi di kalangan masyarakat. Banyak netizen yang beranggapan bahwa ada intervensi yang menyebabkan konten peringatan tersebut dihapus dari akun resmi Dinkes Balikpapan.

Klarifikasi dari Kepala Dinkes

Menanggapi isu yang berkembang, Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa penghapusan konten tersebut dilakukan semata-mata karena masalah koordinasi internal dan pelanggaran prosedur yang berlaku di dinasnya. “Unggahan yang dibuat tim saya itu, saya yang minta untuk take down. Karena konten tersebut di-upload tanpa mengikuti arahan resmi dari saya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Alwiati menjelaskan bahwa instruksi awal yang diberikan kepada jajarannya adalah untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan pembuktian ilmiah sebelum mengeluarkan pernyataan publik yang dapat menyebabkan kepanikan. “Arahan saya yang sebenarnya adalah Dinkes melakukan investigasi dulu apa penyebab sampai debu itu tiba-tiba muncul. Konfirmasi dulu jenis debunya dan apakah sudah dilakukan tes laboratorium, apakah debu tersebut merupakan bahan kimia yang membahayakan atau tidak,” tegasnya.

Hasil Investigasi dan Rekomendasi

Setelah pertemuan dengan manajemen PT Kilang Pertamina Balikpapan pada 25 Juni 2026, Dinkes mengungkapkan hasil investigasi terkait karakteristik debu tersebut. Berdasarkan analisis laboratorium dari Sucofindo Jakarta, debu yang dikeluhkan warga ternyata adalah senyawa mineral zeolit, bukan partikel beracun PM 2.5. “Kami diperlihatkan hasilnya, debu tersebut merupakan zeolit yang kaya kandungan aluminium silikat dan sejauh ini dinyatakan aman,” jelas Alwiati.

Pihak Pertamina juga mengakui bahwa sebaran zeolit tersebut terjadi akibat kebocoran yang disebabkan oleh gangguan teknis saat uji coba peralatan baru. Mereka menegaskan bahwa proses pengujian telah dihentikan untuk melakukan perbaikan. Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan segera mencuci tangan serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan setelah terpapar debu.

“Pertamina juga menyatakan siap bertanggung jawab apabila ada warga yang membutuhkan penanganan medis. Jika ada keluhan setelah terpapar debu, segera laporkan dan periksakan diri ke puskesmas terdekat,” tambahnya.